Ikuti Kami :

Disarankan:

Sambut 1 Suro dan Tahun Baru Islam 1448 H, Kampung Adat Kuta Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi

Kamis, 18 Juni 2026 | 10:10 WIB
Sambut 1 Suro dan Tahun Baru Islam 1448 H, Kampung Adat Kuta Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi
Sambut 1 Suro dan Tahun Baru Islam 1448 H, Kampung Adat Kuta Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi. Foto: Istimewa

Ratusan warga Kampung Adat Kuta, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, menggelar tradisi Sedekah Bumi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Suro. Tradisi turun-temurun tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diperoleh masyarakat sepanjang tahun.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, saat ratusan warga menggelar tradisi Sedekah Bumi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Suro, Selasa (16/6/2026).

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi momentum bagi masyarakat adat untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki dan hasil panen yang diperoleh sepanjang tahun, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sejak pagi hari, warga berdatangan ke Bale Sawala Kampung Adat Kuta dengan membawa berbagai hasil bumi dan hidangan tradisional. Nasi tumpeng, bubur suro, buah-buahan, sayuran, hingga hasil pertanian lokal dikumpulkan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan masyarakat.

Sebelum prosesi adat dimulai, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Udin. Suasana hening dan penuh kekhusyukan menyertai doa-doa yang dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan masyarakat Kampung Adat Kuta.

Setelah itu, prosesi inti Sedekah Bumi dipimpin langsung oleh Ketua Adat Kampung Kuta, Warja, dengan tetap mempertahankan tata cara dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

Kepala Dusun Kuta, **Didi**, mengatakan tradisi Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat adat dari generasi ke generasi.

*"Tradisi ini menjadi warisan leluhur yang terus dijaga. Setiap tahun masyarakat berkumpul untuk melaksanakan Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT,"* ujarnya.

Menurut Didi, Sedekah Bumi tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan rezeki yang diperoleh masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial dan menjaga semangat gotong royong di lingkungan Kampung Adat Kuta.

Melalui kebersamaan dalam mempersiapkan hidangan, berdoa bersama, hingga mengikuti rangkaian ritual adat, masyarakat semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan sejak lama.

Salah satu hidangan yang selalu hadir dalam tradisi ini adalah **bubur suro**, makanan khas yang identik dengan peringatan Tahun Baru Islam. Bubur suro menjadi simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan di tahun yang baru.

"Melalui Sedekah Bumi ini kami berharap masyarakat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT atas segala rezeki yang telah diberikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga," kata Didi.

Ia menambahkan, peringatan Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan pelaksanaan Sedekah Bumi juga mengandung makna mendalam tentang hijrah, yaitu perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

"Kami berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari Tahun Baru Islam ini, yaitu terus berupaya memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat," tuturnya.

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, Kampung Adat Kuta kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal. Melalui Sedekah Bumi, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga merawat nilai spiritual, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam yang telah menjadi bagian dari identitas Kampung Adat Kuta selama ratusan tahun.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement