Ikuti Kami :

Disarankan:

Sambut Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Pemkab Ciamis Genjot Kebersihan hingga Desa

Senin, 26 Januari 2026 | 14:57 WIB
Sambut Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Pemkab Ciamis Genjot Kebersihan hingga Desa
Rakor Persiapan Sambut Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Pemkab Ciamis Genjot Kebersihan hingga Desa. Foto: Istimewa

Pemerintah Kabupaten Ciamis mengintensifkan persiapan menjelang agenda kunjungan Menteri Lingkungan Hidup yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/1/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis mengintensifkan persiapan menjelang agenda kunjungan Menteri Lingkungan Hidup yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/1/2026). Langkah tersebut ditandai dengan rapat koordinasi lintas wilayah yang dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Aula Sekretariat Daerah, Senin (26/1/2026).

Rakor tersebut dihadiri para camat serta kepala desa se-Kabupaten Ciamis sebagai tindak lanjut hasil evaluasi kebersihan yang sebelumnya dilakukan tim pusat. Selain itu, rapat juga menjadi forum implementasi Surat Edaran Bupati terkait penguatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa kunjungan Menteri Lingkungan Hidup merupakan momentum penting untuk menunjukkan konsistensi Ciamis dalam menjaga kualitas lingkungan. Ia menyebut, predikat Ciamis sebagai kota kecil terbersih se-Asia Tenggara harus dibarengi dengan upaya berkelanjutan, bukan sekadar simbol penghargaan.

“Penilaian secara umum memang baik, tetapi masih ada sejumlah catatan yang harus segera dibenahi, terutama di ruas jalan nasional dan provinsi,” kata Herdiat.

Ia menyoroti belum maksimalnya perawatan kebersihan di beberapa titik jalan utama sejak tidak berjalannya kembali program Andir. Meski jalan nasional dan provinsi berada di luar kewenangan langsung pemerintah daerah, Herdiat menekankan pentingnya inisiatif daerah dalam menjaga kebersihan dan sistem drainase.

“Ini menyangkut kenyamanan masyarakat dan citra daerah. Jangan saling menunggu, semua harus bergerak,” tegasnya.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian serius antara lain masih ditemukannya bekas pembakaran sampah di pinggir jalan, pengelolaan 45 pasar tradisional yang belum optimal, serta kondisi pasar hewan yang dinilai perlu penataan kebersihan lebih lanjut. Selain itu, rumah-rumah kosong di sepanjang jalur protokol juga diminta segera dibersihkan agar tidak merusak estetika kota.

Menjelang kedatangan menteri, Bupati Herdiat menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk segera mengondisikan wilayah masing-masing serta menggerakkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan gotong royong. Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno, menekankan bahwa solusi persoalan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga.

“Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi kunci utama. Sampah bernilai ekonomi bisa dikelola melalui Bank Sampah, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pakan ternak,” jelasnya.

Pemkab Ciamis, lanjut Giyatno, terus mendorong penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta memperkuat budaya gotong royong di masyarakat. Penambahan kontainer sampah dan pemasangan media edukasi di titik-titik rawan pembuangan sampah liar juga disiapkan sebagai langkah strategis menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement