Ikuti Kami :

Disarankan:

Sempat Diberhentikan Pascagempa Pangandaran, Operasional Kereta Api Daop 2 Bandung Kembali Normal

Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Sempat Diberhentikan Pascagempa Pangandaran, Operasional Kereta Api Daop 2 Bandung Kembali Normal
Sempat Diberhentikan Pascagempa Pangandaran, Operasional Kereta Api Daop 2 Bandung Kembali Normal.

PT KAI Daop 2 Bandung memastikan seluruh jalur perkeretaapian aman pascagempa Pangandaran (6/8/2026). Perjalanan KA kembali normal meski 8 perjalanan sempat tertahan 9-60 menit.

BANDUNG, NewsTasikmalaya.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasionalnya telah kembali berjalan aman dan normal pada Kamis (6/8/2026) pagi. Sebelumnya, perjalanan sejumlah KA sempat dihentikan sementara menyusul guncangan gempa bumi Magnitudo 5,3 yang berpusat di Pangandaran pada Rabu (5/8/2026) malam.

Pengoperasian kembali armada kereta api ini dilakukan setelah tim prasarana KAI Daop 2 Bandung selesai melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jembatan, rel, dan infrastruktur perkeretaapian di wilayah terdampak.

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa hasil inspeksi cepat menunjukkan seluruh prasarana dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

"Hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh petugas prasarana memastikan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada prasarana maupun infrastruktur operasional. Dengan demikian, seluruh perjalanan kereta api yang sempat dihentikan sementara sudah dioperasikan kembali secara normal," ujar Kuswardojo dalam keterangan resminya, Kamis (6/8/2026).

Kuswardojo menjelaskan, tindakan penghentian perjalanan KA secara mendadak saat terjadi gempa bumi merupakan Prosedur Operasional Standar (SOP) keselamatan yang wajib dijalankan oleh PT KAI. Langkah ini diambil guna memitigasi potensi bahaya seperti pergeseran rel atau kerusakan struktur jembatan.

"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Sesaat setelah gempa terjadi, seluruh petugas prasarana langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh aset operasional," tambahnya.

Pihak Daop 2 Bandung juga melayangkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan akibat berhentinya perjalanan secara mendadak.

"Penghentian sementara perjalanan ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memastikan seluruh prasarana benar-benar aman. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api tidak dapat ditawar," tegas Kuswardojo.

Delapan Kereta Api Mengalami Keterlambatan 9–60 Menit

Berkat kesigapan petugas di lapangan, dampak keterlambatan perjalanan kereta api dapat diminimalkan. Kereta yang sempat tertahan hanya mengalami penundaan kedatangan berkisar antara 9 hingga 60 menit dari jadwal normalnya.

Berikut adalah daftar perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung yang sempat mengalami keterlambatan dampak pemeriksaan pascagempa:

 * KA (300) Cikuray – Mengalami keterlambatan 60 menit

 * KA (350) Commuter Line Garut – Mengalami keterlambatan 38 menit

 * KA (72) Mutiara Selatan – Mengalami keterlambatan 29 menit

 * KA (274) Kahuripan – Mengalami keterlambatan 29 menit

 * KA (PLB 80B) Lodaya – Mengalami keterlambatan 26 menit

 * KA (PLB 287A) Serayu – Mengalami keterlambatan 24 menit

 * KA (292) Kutojaya Selatan – Mengalami keterlambatan 22 menit

 * KA (306) Parcel Selatan – Mengalami keterlambatan 9 menit

KAI Daop 2 Bandung mengapresiasi sikap kooperatif dan kesabaran para pelanggan selama proses pengujian prasarana berlangsung. Pihak manajemen mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menggunakan moda transportasi kereta api karena seluruh jalur telah dipastikan andal dan aman untuk dilintasi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement