Ikuti Kami :

Disarankan:

Seru dan Inspiratif! 79 Anak Ikuti Workshop Melukis di Kampung Ramadan Ciamis, Bangun Kreativitas dan Literasi Sejak Dini

Minggu, 08 Maret 2026 | 10:49 WIB
Seru dan Inspiratif! 79 Anak Ikuti Workshop Melukis di Kampung Ramadan Ciamis, Bangun Kreativitas dan Literasi Sejak Dini
Seru dan Inspiratif! 79 Anak Ikuti Workshop Melukis di Kampung Ramadan Ciamis, Bangun Kreativitas dan Literasi Sejak Dini. Foto: Istimewa

Sebanyak 79 peserta mengikuti kegiatan workshop melukis dan mewarnai yang digelar dalam rangkaian program Kampung Ramadan Komunitas Gada Membaca 1447 Hijriah di Ciamis, Sabtu (7/3/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak 79 peserta mengikuti kegiatan workshop melukis dan mewarnai yang digelar dalam rangkaian program Kampung Ramadan Komunitas Gada Membaca 1447 Hijriah di Ciamis, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lantai dua Komunitas Gada Membaca tersebut menghadirkan pelukis dari Komunitas Seni Lukis Galuh, Kang Syarif Husein, sebagai pendamping sekaligus pemateri.

Sejak awal kegiatan, para peserta yang didominasi anak-anak tampak antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan. Kang Syarif memulai workshop dengan mengenalkan berbagai jenis warna dasar dalam seni lukis serta teknik dasar menggunakan media gambar.

Menurut Kang Syarif, kegiatan melukis bukan sekadar aktivitas seni, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter dan kreativitas anak sejak dini.

“Kegiatan melukis ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus melestarikan budaya seni rupa pada anak sebagai penopang peradaban bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan diri melalui seni tanpa tekanan. Menurutnya, proses belajar melukis sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai minat anak agar kreativitas mereka berkembang secara alami.

“Anak-anak sebaiknya dibiasakan belajar melukis secara rutin sesuai minat mereka tanpa paksaan, bebas berekspresi, imajinatif, dan berani bereksplorasi dalam menggunakan media gambar,” kata Kang Syarif.

Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya literasi bagi seorang seniman. Kebiasaan membaca dinilai dapat memperluas wawasan, memperkaya imajinasi, serta meningkatkan kemampuan teknis dalam berkarya.

“Literasi sangat penting bagi seorang pelukis. Dengan membaca, wawasan akan semakin luas sehingga karya yang dihasilkan tidak kaku atau monoton dalam merespon objek,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MIS Winduraja, Hari Rais Alqori, yang turut mendampingi para siswanya dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop melukis ini.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif karena mampu memotivasi siswa untuk berkarya sekaligus mengisi waktu Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat.

“Kegiatan ini sangat memotivasi siswa sekaligus menjadi cara yang baik untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat. Apalagi melukis merupakan salah satu pelajaran favorit di sekolah,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kiki, guru PAUD di RA Assalam Dusun Hayawang, Desa Winduraja. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para pendidik.

“Anak-anak terlihat sangat senang, merasa terinspirasi, dan menjadi lebih kreatif. Saya juga senang karena jadi tahu bagaimana cara mewarnai yang baik untuk anak-anak didik kami,” tuturnya.

Workshop kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh peserta tampak bangga menunjukkan hasil karya lukisan mereka yang penuh warna dan imajinasi.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus digelar sebagai ruang kreatif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat seni sekaligus meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement