BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penindakan di jalan. Kepolisian kini mendorong pendekatan yang lebih humanis dengan menjalin kedekatan langsung antara polisi dan masyarakat pengguna jalan.
Komitmen tersebut langsung ditunjukkan Kapolres Banjar yang baru menjabat, AKBP Didi Dewantoro. Hanya berselang empat hari sejak dilantik, ia memimpin operasi spontan di Jalan Tentara Pelajar, Kota Banjar, Selasa (10/2/2026).
Dalam operasi itu, AKBP Didi Dewantoro terlihat mengamati arus kendaraan dan menyetop pengendara yang melakukan pelanggaran. Pelanggaran terbanyak adalah pengendara yang tidak mengenakan helm standar. Selain itu, ditemukan pula kendaraan tanpa plat nomor sah, penggunaan knalpot modifikasi tidak standar, serta tidak memasang kaca spion.
“Tindakan ini dalam rangka operasi keselamatan berkendara. Saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan para pengendara mematuhi aturan lalu lintas. Namun, beberapa saya temukan masih melakukan pelanggaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, operasi ini bukan sekadar menjaring pelanggar, tetapi juga sebagai upaya edukasi dan pencegahan.
“Kami tidak akan henti-hentinya mengimbau pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas, termasuk melengkapi semua perlengkapan berkendara. Hal itu kami tekankan untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, dan perlengkapan seperti helm, spion, serta knalpot standar bukanlah hal sepele.
“Pelanggaran terhadap hal-hal tersebut tidak hanya berisiko membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Saya berharap dengan pendekatan proaktif seperti ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib lalu lintas dapat meningkat, sehingga tercipta kondisi jalan raya yang lebih aman dan tertib untuk semua,” tegasnya.