Ikuti Kami :

Disarankan:

Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini, Disdik Kota Tasikmalaya dan PPAD Gelar Edukasi Bela Negara di Sekolah Dasar

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:51 WIB
Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini, Disdik Kota Tasikmalaya dan PPAD Gelar Edukasi Bela Negara di Sekolah Dasar
Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini, Disdik Kota Tasikmalaya dan PPAD Gelar Edukasi Bela Negara di Sekolah Dasar. Foto: Kristian.

Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan PPAD dan Yayasan Bela Bangsa menggelar edukasi bela negara serta penanaman nilai Pancasila bagi siswa SD Pahlawan, Rabu (19/8/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme pada generasi muda terus digalakkan di Kota Tasikmalaya. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya berkolaborasi dengan Yayasan Bela Bangsa Tasikmalaya dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) menggelar program edukasi bela negara khusus bagi siswa sekolah dasar (SD).

Kegiatan perdana sosialisasi nilai kebangsaan ini dilaksanakan di SD Pahlawan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026) pagi. Program edukasi ini ditargetkan menjangkau 10 SD yang mewakili tiap kecamatan di wilayah Kota Tasikmalaya.

Ketua PPAD Kota Tasikmalaya, Mayor (Purn) Dian Hermawan, menegaskan pentingnya menanamkan pemahaman Pancasila sejak usia dini agar anak-anak memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsanya.

"Jika tidak diresapi sejak dini, anak-anak berisiko kehilangan rasa bangga terhadap diri sendiri maupun bangsa dan negaranya," ujar Dian di SD Pahlawan, Rabu (19/8/2026).

Dian menyoroti bahwa pendidikan karakter kebangsaan hendaknya dimulai dari rumah. Peran orang tua sangat krusial karena memiliki durasi interaksi yang lebih panjang dibanding waktu belajar di sekolah.

"Pembentukan karakter utama ada di rumah. Orang tua bisa memulainya dengan mengenalkan sejarah perjuangan, lagu Indonesia Raya, serta membimbing anak memahami butir-butir Pancasila," tambahnya.

Lebih lanjut, Dian mengingatkan bahwa ancaman terhadap nasionalisme saat ini telah bergeser ke ranah digital berupa asymmetric warfare (perang asimetris). Provokasi, disinformasi, dan hoaks di media sosial dapat dengan mudah memengaruhi cara pandang anak jika tidak dibekali literasi digital yang memadai.

"Anak-anak harus dibimbing agar mampu memilah informasi dan tidak mudah menelan mentah-mentah konten yang viral. Keuntungan media sosial adalah informasi cepat, tetapi kerugiannya sangat besar jika salah menilai sumber," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa patriotisme lewat pendekatan yang sesuai dengan dunia anak-anak.

"Tugas anak-anak saat ini bukan lagi memegang senjata merebut kemerdekaan, melainkan mengisinya. Caranya sederhana namun fundamental: rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga persaudaraan," ungkap Rojab.

Rojab menambahkan, penanaman nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus terwujud dalam keseharian siswa.

"Merah Putih tidak hanya dikibarkan saat upacara bendera, tetapi harus tercermin dalam perilaku anak sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun saat berinteraksi di dunia digital," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement