TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ribuan pecinta alam dari berbagai daerah dipastikan akan memadati kawasan Bukit Nangreu Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, dalam kegiatan Temu Akrab Pecinta Alam (TAPA) 2026 yang digelar pada 16–17 Agustus 2026.
Pantauan di lokasi, para peserta sudah mulai berdatangan ke Galunggung Tasikmalaya. Ratusan tenda pun tampak telah berjajar memadati kawasan Camping Ground Bukit Nangreu.
Kegiatan yang diinisiasi Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT) tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para penggiat alam, tetapi juga menjadi momentum menumbuhkan semangat nasionalisme dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua FKPAT Tasikmalaya, Miftah Rizky atau yang akrab disapa Babol, mengatakan TAPA 2026 dirancang sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan antar komunitas pecinta alam sekaligus memperkenalkan potensi wisata Gunung Galunggung kepada masyarakat luas.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang selama ini terjalin di kalangan pecinta alam perlu terus dirawat melalui kegiatan positif yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat.
“Melalui TAPA 2026 ini kami ingin menyatukan langkah para pecinta alam, memperkuat silaturahmi, sekaligus menunjukkan bahwa semangat cinta tanah air dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus hidup,” ujar Miftah di Bukit Nangreu, Minggu (16/8/2026).
Pengibaran 2.681 Bendera Merah Putih
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam TAPA 2026 adalah pengibaran 2.681 Bendera Merah Putih di kawasan Kawah Galunggung.
Ribuan bendera tersebut akan dibentangkan oleh para peserta di sepanjang jalur menuju kawah sebagai simbol semangat persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Miftah menjelaskan, angka 2.681 memiliki filosofi tersendiri. Angka 26 melambangkan tahun pelaksanaan kegiatan, yakni 2026, sedangkan angka 81 merepresentasikan usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun.
“Ini bukan hanya soal membentangkan bendera. Ada pesan kebangsaan yang ingin kami sampaikan bahwa para pecinta alam juga memiliki komitmen untuk menjaga persatuan dan merawat Indonesia,” katanya.
Kegiatan tersebut bahkan dipersiapkan sebagai bagian dari upaya pemecahan Rekor MURI, sekaligus menjadi salah satu pembentangan bendera terbanyak yang pernah dilakukan di kawasan Gunung Galunggung.
Hadirkan Beragam Aktivitas Outdoor
Selain upacara kemerdekaan dan pembentangan ribuan bendera, TAPA 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan yang mengangkat semangat petualangan dan kecintaan terhadap alam.
Beragam agenda yang telah disiapkan panitia di antaranya, Galunggung Challenge, Outdoor Live Experience, Camping Festival, Upacara HUT ke-81 RI, Trekking Kawah Galunggung, pentas hiburan dan pertunjukan seni.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam Galunggung sebagai salah satu destinasi unggulan di Tasikmalaya.
Didukung Berbagai Elemen
Kesuksesan penyelenggaraan TAPA 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari komunitas pecinta alam, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga unsur TNI dan Polri.
Sejumlah personel dari TNI dan Polri juga dijadwalkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut guna mendukung kelancaran dan keamanan acara.
Miftah mengungkapkan, hingga menjelang pelaksanaan kegiatan, persiapan panitia telah mencapai sekitar 80 persen. Berbagai kebutuhan teknis, logistik, dan koordinasi lintas sektor terus dimatangkan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Kami sangat bersyukur karena banyak pihak yang mendukung. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat. Mudah-mudahan TAPA 2026 menjadi momen bersejarah bagi Tasikmalaya sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap alam dan bangsa,” ujarnya.
Promosikan Wisata Galunggung
Selain menjadi perayaan kemerdekaan, TAPA 2026 juga diharapkan mampu mendorong promosi wisata Gunung Galunggung yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Jawa Barat.
Dengan kehadiran ribuan peserta dan berbagai kegiatan berskala besar, kawasan Bukit Nangreu dan Kawah Galunggung diproyeksikan menjadi pusat perhatian masyarakat selama peringatan HUT ke-81 RI.
Melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat, TAPA 2026 diharapkan mampu menjadi simbol persatuan, kepedulian lingkungan, serta kebanggaan terhadap Indonesia di tengah suasana kemerdekaan.