TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Peristiwa berdarah menggemparkan warga Kampung Ciaren RT 10 RW 10, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). Seorang pria bernama Tata Hendro (45) yang dikenal warga dengan panggilan Ki Danu, meninggal dunia setelah menjadi korban serangan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri.
Insiden tersebut terjadi di kebun singkong. Peristiwa tersebut membuat gempar dan sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi, sementara aparat kepolisian segera melakukan pengamanan dan penyelidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam. Meski sempat mendapatkan penanganan, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Pantai di lokasi, petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti diamankan dan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi turut dikumpulkan guna mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, terduga pelaku diketahui bernama Edwin Ramdani Sanusi (35). Pelaku merupakan tetangga korban yang masih tinggal di kampung yang sama di wilayah Desa Karangjaya.
Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolres Tasikmalaya Kota guna menjalani pemeriksaan intensif.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap yang melatarbelakangi aksi penganiayaan yang berujung maut tersebut. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Tata Hendro alias Ki Danu.
Kasus ini menjadi perhatian warga setempat karena melibatkan dua orang yang selama ini dikenal tinggal dalam satu lingkungan kampung yang sama. Banyak warga mengaku terkejut atas kejadian tersebut dan berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Saat ini, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab dan motif di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang warga tersebut.