Ikuti Kami :

Disarankan:

Tekan Angka Anemia Remaja Putri, Pemkot Tasikmalaya Gencarkan Program Aksi Bergizi di SMAN 3

Rabu, 09 September 2026 | 14:53 WIB
Tekan Angka Anemia Remaja Putri, Pemkot Tasikmalaya Gencarkan Program Aksi Bergizi di SMAN 3
Tekan Angka Anemia Remaja Putri, Pemkot Tasikmalaya Gencarkan Program Aksi Bergizi di SMAN 3.

Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan menggelar program Aksi Bergizi di SMAN 3 Kota Tasikmalaya pada Rabu (9/9/2026) guna menekan angka anemia di kalangan remaja putri.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menaruh perhatian serius terhadap kasus anemia yang rentan menimpa remaja putri. Selain menurunkan daya tahan tubuh, kondisi kurang darah ini dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi belajar serta produktivitas para pelajar.

Guna mengantisipasi masalah tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya menggencarkan program Aksi Bergizi di Sekolah yang kali ini dipusatkan di SMAN 3 Kota Tasikmalaya, Rabu (9/9/2026) pagi.

Kegiatan yang diikuti ratusan siswa, guru, dan tenaga medis ini diisi dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara massal bagi para siswi sebagai langkah preventif, edukasi pola makan gizi seimbang, hingga pemaparan kesehatan reproduksi remaja.

Hadir memantau langsung di lokasi, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran pola hidup sehat pada generasi muda sejak dini.

"Urusan gizi jangan baru menjadi perhatian ketika kesehatan sudah terganggu. Anak-anak harus dibekali kesadaran menjaga kesehatan sejak sekarang karena mereka yang akan menentukan masa depan Kota Tasikmalaya," ujar Viman, Rabu (9/9/2026).

Viman menambahkan, pembiasaan konsumsi makanan bergizi, rutin minum TTD bagi remaja putri, serta berolahraga merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak SDM Tasikmalaya yang sehat dan produktif.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, sesi tanya jawab, hingga kuis interaktif. Dinkes Kota Tasikmalaya menargetkan gerakan promotif dan preventif ini dapat menjangkau seluruh sekolah secara bertahap.

"Kami berharap ada sinergi kuat antara pemerintah, sekolah, nakes, guru, hingga orang tua agar gerakan cegah anemia ini tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar membentuk kebiasaan hidup sehat," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement