Ikuti Kami :

Disarankan:

10 Tahun Gunakan Becak Kayuh, Lansia di Tasikmalaya Berharap Becak Listrik Presiden Dongkrak Penghasilan

Selasa, 08 September 2026 | 16:15 WIB
10 Tahun Gunakan Becak Kayuh, Lansia di Tasikmalaya Berharap Becak Listrik Presiden Dongkrak Penghasilan
10 Tahun Gunakan Becak Kayuh, Lansia di Tasikmalaya Berharap Becak Listrik Presiden Dongkrak Penghasilan. Foto: Kristian.

Entur Turjana (64), penarik becak lansia asal Kecamatan Cipedes, menyampaikan rasa syukurnya usai menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Bale Kota Tasikmalaya pada Selasa (8/9/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Kegembiraan terpancar dari wajah Entur Turjana (64), warga Kampung Kalangsari, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, usai menerima unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (8/9/2026).

Penarik becak yang telah menggantungkan hidupnya di jalanan selama 10 tahun terakhir ini mengaku sangat bersyukur. Menurutnya, proses pendaftaran hingga penyerahan unit becak listrik buatan PT Pindad tersebut memakan waktu sekitar satu bulan.

"Awalnya ada petugas yang datang mendata. Dari pendataan sampai menerima fisik unitnya ini sekitar satu bulan. Alhamdulillah, rasanya sangat senang sekali," ujar Entur di Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (8/9/2026).

Menjajal armada barunya, Entur merasakan perbedaan mendasar dibanding becak kayuh konvensional yang digunakannya selama sedekade terakhir. Becak ramah lingkungan ini dinilai jauh lebih nyaman serta tidak menguras tenaga fisik.

"Suspensinga empuk dan enak dipakai. Yang paling penting tidak perlu digowes terus-menerus, walau kalau mau digowes manual juga masih bisa. Kemarin sebelum serah terima sempat diajari dulu cara mengoperasikannya," kata Entur sembari tersenyum.

Sehari-hari, Entur biasa mengkal dan mencari penumpang di kawasan Simpang Lima hingga Jalan Moch Hatta mulai pukul 05.00 hingga 20.00 WIB. Ia mengungkapkan pendapatan hariannya selama ini sangat tidak menentu, bahkan kerap pulang tanpa membawa uang.

"Sekarang kondisi penumpang sedang sepi. Paling dapat Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, bahkan kadang tidak dapat sama sekali. Mana capek harus mengayuh. Becak yang lama tidak akan saya jual, mau disimpan saja buat kenang-kenangan," tuturnya.

Dengan hadirnya becak listrik bernavigasi baterai ini, Entur optimistis daya jangkau operasionalnya dalam mengantar penumpang bisa lebih jauh sehingga dapat mendongkrak tingkat perekonomian keluarganya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement