Ikuti Kami :

Disarankan:

Tower Triangle Ambruk di Kompleks Perkantoran Purwaharja Banjar, Dua Pekerja Tewas

Minggu, 05 Juli 2026 | 03:58 WIB
Tower Triangle Ambruk di Kompleks Perkantoran Purwaharja Banjar, Dua Pekerja Tewas
Tower Triangle Ambruk di Kompleks Perkantoran Purwaharja Banjar, Dua Pekerja Tewas.

Dua pekerja bernama Endut Kuswara dan Apip tewas setelah tower triangle yang sedang mereka bongkar di Kompleks Perkantoran Purwaharja, Kota Banjar, ambruk pada Sabtu (4/7/2026) pagi.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Kecelakaan kerja tragis terjadi di Kompleks Perkantoran Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat. Dua orang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah menara atau tower triangle yang sedang mereka bongkar mendadak ambruk.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, mengonfirmasi insiden maut tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (4/7/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kedua korban teridentifikasi bernama Endut Kuswara dan Apip.

“Kejadian hari ini di Kompleks Perkantoran Purwaharja, memang betul dua orang meninggal dunia karena laka kerja,” terang AKBP Didi Dewantoro, Sabtu.

Peristiwa memilukan ini bermula saat kedua korban sedang melakukan proses pembongkaran menara besi tersebut. Berdasarkan prosedur operasional standar, menara jenis triangle itu seharusnya dipotong satu per satu secara bertahap dimulai dari bagian paling atas.

Namun, diduga karena adanya masalah pada kekuatan struktur, menara tidak kuat menahan beban berat hingga akhirnya melengkung ke bawah sebelum berhasil dipotong.

“Kalau melihat di TKP, ini melepas tower kecil yang harus dipotong satu per satu dari atas. Karena suatu hal, kami belum bisa memastikan penyebabnya. Towernya ambruk, tidak patah, cuma tidak kuat menyangga atau menopang sehingga melengkung ke bawah. Dua orang yang di atas ikut terbawa,” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kasatmata di tempat kejadian perkara (TKP), kedua pekerja tersebut sebenarnya sudah mengenakan alat keselamatan berupa sabuk pengaman (safety belt). Hal ini terlihat dari kondisi kedua korban yang posisinya masih terikat pada tiang menara saat terjatuh ke tanah.

Meski demikian, petugas belum menemukan adanya helm keselamatan (safety helmet) di sekitar lokasi. Hal tersebut saat ini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, identitas lengkap kedua korban sedang diteliti oleh Tim Identifikasi (Inafis) bersama piket SPKT Polres Banjar.

Buntut dari kejadian ini, Kapolres Banjar mengimbau dengan tegas kepada seluruh perusahaan maupun warga masyarakat yang melakukan pekerjaan dengan risiko tinggi untuk selalu mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Bagi warga masyarakat yang mau melepas tower atau memiliki pekerjaan yang berisiko, silakan dipertimbangkan dulu risiko-risikonya. Kemudian persiapkan dengan baik K3 dan peralatannya. Sehingga bisa meminimalisir kemungkinan bahaya yang bisa terjadi,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement