TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kabar terbaru datang dari RSUD dr. Soekardjo terkait penanganan sembilan korban penyiraman asam nitrat di Manonjaya. Hingga Selasa (5/5/2026), dua orang korban telah diperbolehkan pulang, sementara empat orang lainnya harus menjalani tindakan operasi karena mengalami luka bakar kimia yang luas.
Wakil Direktur RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Dr. dr. H. Rr. Titie Purwaningsari, menjelaskan bahwa dua korban yang pulang atas nama Hendri dan Fadila Fatir hanya mengalami luka ringan di bawah satu persen.
Berbeda dengan korban yang telah pulang, empat pasien lainnya yakni M. Danda, Wina Agustina, Abdul Kholik Setiawan, dan Rizki masih harus menjalani perawatan intensif di ruang inap. Mereka telah menjalani tindakan operasi karena paparan cairan kimia mengenai area vital seperti wajah, leher, dan badan.
Kondisi paling memprihatinkan dialami oleh Wina Agustina. Titie mengungkapkan bahwa korban perempuan tersebut menderita luka bakar di area wajah mencapai lebih dari 30 persen.
"Agak lumayan parah untuk yang perempuan, karena terkena muka di atas 30 persen. Jika mengenai jaringan lunak seperti mata dalam posisi terbuka, risikonya sangat tinggi hingga bisa menyebabkan kebutaan," ujar dr. Titie, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, zat kimia yang meresap ke dalam lapisan kulit terdalam memiliki dampak jangka panjang dan seringkali tidak dapat pulih 100 persen seperti semula. Para pasien kemungkinan besar membutuhkan operasi rekonstruksi di masa mendatang.
Terkait pembiayaan perawatan, dr. Titie menegaskan bahwa RSUD dr. Soekardjo sebagai rumah sakit milik pemerintah (plat merah) memprioritaskan tindakan medis terlebih dahulu, terutama dalam kondisi darurat seperti kasus penganiayaan berat ini.
"Kami tidak pernah menanyakan pembiayaan di awal, kita terima dan tindak dulu. Meskipun skema seperti BPJS mungkin belum bisa langsung digunakan untuk kasus seperti ini, kami tetap tangani lewat jalur pelayanan umum sambil mendorong kebijakan khusus dari pemerintah daerah," tuturnya.
Fokus utama tim medis saat ini adalah memastikan luka bakar kimia pada empat pasien tersebut tidak menyebar dan menimbulkan komplikasi atau infeksi yang bisa mengancam nyawa.