TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Warga Kampung Kebon Kembang, RT 05 RW 05, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, diliputi keresahan akibat seringnya kejadian kehilangan uang secara misterius yang terjadi berulang kali.
Peristiwa yang dinilai tidak wajar tersebut bahkan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga menduga kehilangan tersebut berkaitan dengan hal mistis.
Sebagai bentuk keresahan, warga setempat akhirnya memasang spanduk berisi peringatan di lingkungan mereka. Spanduk tersebut bertuliskan, “Kepada pemilik tuyul untuk tidak beraksi di daerah kami. Perbuatan anda dosa besar. Ingat juga istri tercinta.”
Ketua RT 05, Ade Dedi, mengungkapkan bahwa pemasangan spanduk dilakukan setelah banyak warga melaporkan kehilangan uang tanpa jejak.
“Banyak laporan dari warga yang kehilangan uang, bahkan ada yang sampai tiga kali dalam sehari, pagi, siang, dan malam,” ujarnya saat ditemui, Minggu (19/4/2026).
Ia menyebutkan, jumlah warga yang mengalami kejadian serupa cukup banyak. Bahkan, terdapat satu keluarga yang mengaku kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah.
“Ada yang sampai puluhan juta. Salah satu warga bahkan mengaku kehilangan uang berkali-kali dalam sehari,” ungkapnya.
Menurut Ade, kejadian tersebut tergolong aneh karena tidak ditemukan tanda-tanda pencurian secara fisik. Warga bahkan telah mencoba berbagai cara, termasuk memasang kamera pengawas (CCTV), namun tidak membuahkan hasil.
“Tidak ada jejak sama sekali. Sudah dipasang CCTV juga tidak terlihat apa-apa, tapi uang tetap hilang,” katanya.
Kondisi ini juga berdampak pada hubungan sosial warga. Ade mengungkapkan, beberapa keluarga sempat mengalami konflik akibat seringnya kehilangan uang.
“Ada pasangan suami istri yang sampai bertengkar karena uang terus hilang,” tambahnya.
Ia menjelaskan, fenomena ini telah berlangsung sejak tahun 2025, namun baru ramai dilaporkan belakangan ini. Spanduk peringatan dipasang pada Jumat (17/4/2026) malam sebagai upaya simbolis untuk menghentikan kejadian tersebut.
“Harapannya yang melakukan bisa berhenti. Setidaknya ini jadi peringatan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, warga berharap ada solusi konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan situasi di lingkungan mereka kembali kondusif.