Ikuti Kami :

Disarankan:

Wisuda Perdana 106 Lulusan, INU Ciamis Berkomitmen Cetak Generasi Berkualitas dan Bersiap Menuju Universitas

Minggu, 01 November 2026 | 15:06 WIB
Wisuda Perdana 106 Lulusan, INU Ciamis Berkomitmen Cetak Generasi Berkualitas dan Bersiap Menuju Universitas
Wisuda Perdana 106 Lulusan, INU Ciamis Berkomitmen Cetak Generasi Berkualitas dan Bersiap Menuju Universitas. Foto: Febrian Libelvalen.

INU Ciamis gelar wisuda perdana 106 lulusan di Islamic Center Ciamis. Rektor Kusoy Fadiliah tekankan komitmen mutu dan proyeksi alih status jadi universitas, Minggu (1/11/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis mencatatkan sejarah baru dengan menggelar prosesi wisuda perdana bagi 106 mahasiswa. Momentum bersejarah ini menjadi penanda keberhasilan kampus dalam membangun fondasi pendidikan tinggi berkarakter Islam sekaligus menjadi pijakan awal ekspansi institusi menuju jenjang yang lebih tinggi.

Prosesi wisuda berlangsung penuh hikmat di Gedung KH. Irfan Hielmy, Kompleks Islamic Center Ciamis, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Dr. H. Addin Jauharudin, Sekretaris Kopertais Wilayah II Jawa Barat Prof. Dr. H. Hernawan, M.Ag., Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Kapolres Ciamis, jajaran Forkopimda, serta pengurus PCNU Kabupaten Ciamis termasuk Rais Syuriah.

Rektor INU Ciamis, Dr. H. Kusoy Fadiliah, M.Si., menegaskan bahwa wisuda pertama ini bukan sekadar seremoni akademik biasa, melainkan bukti nyata perjuangan panjang mendirikan perguruan tinggi yang mampu membuka akses pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kita memulai perjuangan ini dari nol. Namun, kita tidak pernah berniat menjadikan nol sebagai batas akhir. Apa yang kita saksikan hari ini merupakan hasil dari keyakinan, doa, kerja keras, dan kebersamaan banyak pihak," ujar Kusoy dalam sambutannya, Minggu (1/11/2026).

Kusoy menjelaskan, sejak awal berdirinya, INU Ciamis dirancang untuk memberikan kesempatan luas kepada generasi muda agar dapat mengecap pendidikan tinggi, khususnya bagi lulusan madrasah, santri, tenaga pendidik, serta warga prasejahtera. Oleh sebab itu, INU Ciamis berkomitmen menghadirkan kuliah terjangkau tanpa mengorbankan mutu akademik.

"Terjangkau bukan berarti murahan. Biaya pendidikan yang terjangkau tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi mutu. Justru bagaimana kita menjaga kualitas dengan pengelolaan yang profesional menjadi tantangan yang harus dijawab bersama," tegasnya.

Saat ini, INU Ciamis mengelola 8 program studi jenjang sarjana (S1) dengan 750 mahasiswa serta 2 program studi magister (S2) berkapasitas 110 mahasiswa, sehingga total mahasiswa aktif mencapai 860 orang.

"Kita ingin melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, karakter, serta kepedulian sosial. Keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari berapa banyak mahasiswa yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan lulusannya kepada masyarakat," tuturnya.

Sinergi dengan Pemkab Ciamis dan Proyeksi Program Doktoral

Dalam kesempatan tersebut, Kusoy turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis atas fasilitasi pemanfaatan Kampus 2 di kawasan Bojonghuni, Maleber. Menurutnya, investasi pada sektor pendidikan merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia daerah.

"Jalan yang baik menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Tetapi pendidikan yang baik menghubungkan manusia dengan peluang masa depannya," ungkap Kusoy.

Menatap masa depan institusi, INU Ciamis memasang target strategis untuk membuka program doktoral (S3) serta bertransformasi menjadi universitas berbasis Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

"Kita ingin mempertemukan kedalaman tradisi keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern. Melahirkan sarjana yang mampu membaca kitab sekaligus membaca realitas sosial, menguasai teknologi tanpa kehilangan etika, serta berdaya saing global tanpa tercerabut dari akar kebangsaan," jelasnya.

Pesan Rektor kepada para Wisudawan Perdana

Kepada 106 wisudawan dan wisudawati, Kusoy berpesan agar kelulusan ini dijadikan titik awal pengabdian nyata di tengah masyarakat dengan tetap menjaga nama baik almamater serta menghormati pengorbanan orang tua.

"Jangan sampai gelar kita bertambah, tetapi manfaat kita tidak bertambah. Jangan sampai ilmu kita meluas, tetapi kerendahan hati kita menyempit," pesannya.

"Kita ingin membangun institusi yang tumbuh karena mutu, dipercaya karena integritas, dan dicintai karena manfaatnya. Dari nol kita memulai, dengan ilmu kita berdiri, dan dengan khidmah kita mengabdi," pungkas Kusoy.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin