Ikuti Kami :

Disarankan:

Reaktivasi Penerbangan Tasikmalaya-Jakarta Dimatangkan, Maskapai Rimbun Air Survei Bandara Wiriadinata

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:57 WIB
Reaktivasi Penerbangan Tasikmalaya-Jakarta Dimatangkan, Maskapai Rimbun Air Survei Bandara Wiriadinata
Reaktivasi Penerbangan Tasikmalaya-Jakarta Dimatangkan, Maskapai Rimbun Air Survei Bandara Wiriadinata.

Maskapai Rimbun Air tinjau Bandara Wiriadinata Tasikmalaya untuk reaktivasi rute Tasikmalaya-Halim menggunakan pesawat ATR 72, Sabtu (31/10/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Wacana menghidupkan kembali rute penerbangan komersial Tasikmalaya–Halim Perdanakusuma Jakarta menunjukkan progres positif. Maskapai penerbangan Rimbun Air melakukan peninjauan dan evaluasi lapangan secara langsung di Bandara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026).

Kunjungan manajemen Rimbun Air tersebut bertepatan dengan kedatangan rombongan pejabat tinggi negara yang menghadiri perhelatan IFG Charity 2026 di Sunny Resto.

Sejumlah tokoh nasional yang hadir di antaranya Wakil Jaksa Agung Asep N. Mulyana, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Amir Mahpud.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, yang menyambut langsung rombongan maskapai menyampaikan bahwa saat ini Rimbun Air tengah melakukan analisis dan kajian komprehensif terkait skema tarif serta kelayakan jadwal penerbangan.

"Hari ini masih menganalisa baik tarif ataupun jadwal, rombongan Rimbun Air juga sudah hadir. Sedang dimatangkan dahulu, tidak mau terburu," ujar Viman, Sabtu (31/10/2026).

Viman menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berkomitmen penuh mengawal tahapan reaktivasi penerbangan udara ini demi membuka konektivitas serta mengakselerasi perekonomian kawasan Priangan Timur.

Rencananya, jenis armada pesawat yang akan menerpati rute ini adalah tipe ATR 72 berkapasitas 72 penumpang, sejenis dengan pesawat komersial yang pernah beroperasi di Bandara Wiriadinata sebelumnya.

"Awalnya kita bergerak juga dengan Pak Bupati Tasik, jadi wilayah Tasik dan sekitarnya dapat memanfaatkan penerbangan meksipun ini," katanya.

Viman optimistis penerbangan komersial ini dapat terealisasi secara berkelanjutan, kendati masih memerlukan pemenuhan aspek perizinan kementerian, integrasi penjualan tiket berbasis e-commerce, hingga kepastian jadwal terbang.

"Rimbun Air ini kan awalnya bergerak di bidang logistik, dan sekarang mau membuka pasar penumpang. Spiritnya menumbuhkan pasar dahulu," jelas Viman.

Pelajaran Okupansi Masa Lalu dan Matangkan Kesiapan Pasar

Sebagai informasi, penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata pertama kali dirintis oleh maskapai Wings Air pada 2017, namun terhenti akibat dampak pandemi Covid-19. Rute tersebut sempat dilanjutkan oleh Citilink dan Susi Air, namun tidak bertahan lama lantaran keterbatasan tingkat keterisian penumpang (occupancy rate).

Oleh karena itu, Pemkot Tasikmalaya dan pihak manajemen maskapai menyepakati persiapan yang matang agar penerbangan tidak kembali berhenti di tengah jalan.

"Jangan sampai Senin buka, Kamis tutup. Makanya tida mau terburu-buru," pungkas Viman.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin