JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah pusat memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena El Nino sekaligus memantau dampak erupsi sejumlah gunung berapi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kementerian di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Melansir laman presidenri.go.id, Selasa (8/9/2026), fokus utama pemerintah tidak hanya pada mitigasi risiko cuaca ekstrem akibat El Nino, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi melalui berbagai program bantuan sosial serta menjaga stabilitas aktivitas ekonomi di daerah terdampak bencana.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat perubahan iklim.
Menurut Airlangga, salah satu program yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan bantuan pangan bagi masyarakat. Program bantuan beras yang telah berjalan hingga September 2026 dipastikan akan diteruskan sampai akhir tahun sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Bantuan beras yang berjalan sampai September akan dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember sesuai arahan Presiden,” ujar Airlangga.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama jika kondisi cuaca ekstrem memengaruhi produksi pertanian maupun distribusi bahan pokok di sejumlah daerah.
Dampak Erupsi Gunung Berapi Terus Dipantau
Selain El Nino, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap dampak erupsi beberapa gunung berapi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Airlangga mengungkapkan, aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi daerah, terutama sektor perdagangan, transportasi, pariwisata, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, wilayah yang terdampak langsung oleh erupsi umumnya mengalami perlambatan aktivitas ekonomi karena mobilitas masyarakat menjadi terbatas.
“Daerah yang terdampak tentu mengalami kontraksi. Saat ini kami masih memonitor sektor-sektor apa saja yang terdampak di masing-masing provinsi,” katanya.
Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap berbagai program pembangunan maupun kegiatan ekonomi yang terganggu akibat bencana alam tersebut.
Gangguan Logistik dan Penerbangan Jadi Perhatian
Tak hanya aktivitas masyarakat, pemerintah turut mencermati dampak erupsi terhadap sistem logistik nasional.
Abu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung berapi dapat mengganggu operasional penerbangan, sehingga berpengaruh terhadap distribusi barang maupun mobilitas penumpang.
Airlangga menyebut sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak karena memiliki keterkaitan erat dengan pengiriman logistik dan kargo.
“Di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan karena penerbangan juga berkaitan dengan distribusi kargo,” ujarnya.
Pemerintah saat ini masih melakukan pemantauan intensif untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk memperkirakan berapa lama pembatasan operasional di wilayah tertentu perlu diterapkan demi keselamatan penerbangan.
Pemerintah Fokus Lindungi Masyarakat dan Jaga Ekonomi
Di tengah potensi ancaman El Nino dan aktivitas vulkanik yang meningkat, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.
Berbagai kementerian dan lembaga terkait terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, kebutuhan pokok tersedia, serta sektor-sektor vital tetap dapat beroperasi dengan baik.
Melalui langkah mitigasi yang terukur, pemerintah berharap dampak El Nino maupun erupsi gunung berapi dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas secara aman dan produktif.