TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak 132 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Manarotul Ummah Al-Furqon Kota Tasikmalaya telah kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Seluruh jemaah dilaporkan pulang dalam kondisi sehat dan tidak ada satu pun yang tertinggal di Arab Saudi selama pelaksanaan rangkaian ibadah haji tahun 2026.
Penasihat KBIHU Manarotul Ummah Al-Furqon, Nanang Suhara, mengatakan seluruh jemaah yang dibimbing pihaknya telah tiba kembali di Indonesia pada Kamis (4/6/2026) malam.
"Alhamdulillah, sebanyak 132 jemaah haji dari Al-Furqon sudah kembali seluruhnya. Kami pulang dengan formasi lengkap, tidak ada yang tertinggal di Makkah dan semuanya dalam keadaan sehat," ujar Nanang saat ditemui di wilayah Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Keberhasilan tersebut, menurut Nanang, menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan KBIHU Manarotul Ummah Al-Furqon selama proses persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Siapkan Pemberangkatan Haji 2027
Usai menyelesaikan pelayanan haji tahun 2026, KBIHU Manarotul Ummah Al-Furqon kini mulai mempersiapkan program pembinaan dan pendampingan bagi calon jemaah haji tahun 2027.
Nanang menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari tenaga pembimbing, sarana, hingga prasarana untuk mendukung proses manasik dan pendampingan calon jemaah.
"Target ke depan tentu ingin lebih banyak lagi. Saat ini kami sudah menyiapkan para pembimbing, sarana, dan prasarana untuk mendukung pemberangkatan haji tahun 2027. Sampai sekarang data awal calon jemaah yang sudah terdaftar sekitar 80 orang," katanya.
KBIHU Manarotul Ummah Al-Furqon yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, selama ini memberikan layanan bimbingan bagi jemaah haji reguler sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, pihaknya juga siap memberikan pendampingan bagi masyarakat yang mengikuti program haji khusus atau haji plus.
Manasik Digelar Hingga 15 Kali
Nanang menjelaskan, salah satu keunggulan yang dimiliki KBIHU Manarotul Ummah Al-Furqon adalah intensitas pelaksanaan manasik haji yang dilakukan secara bertahap dan komprehensif.
Menurutnya, calon jemaah mendapatkan pembekalan sebanyak 15 kali pertemuan yang terdiri dari materi teori di dalam kelas dan praktik lapangan.
"Manasik kami dilaksanakan hingga 15 kali. Ada sesi kelas yang membahas tata cara ibadah, fikih haji, dan berbagai ketentuan lainnya. Kemudian ada juga praktik lapangan, termasuk simulasi perjalanan Armuzna dan miniatur pelaksanaan ibadah haji pada tanggal 9 sampai 13 Zulhijah," jelasnya.
Ia menyebut terdapat tiga hal yang menjadi fokus utama KBIHU Manarotul Ummah Al-Furqon, yakni pelayanan maksimal kepada jemaah, intensitas manasik yang lebih banyak dibandingkan standar umum, serta penekanan pada pelaksanaan ibadah di waktu-waktu yang paling utama atau afdhal.
"Fokus kami adalah pelayanan kepada jemaah, pembinaan yang intensif, dan pendampingan agar ibadah dapat dilaksanakan pada waktu-waktu yang paling utama sesuai tuntunan," ungkapnya.
Dengan persiapan yang telah dilakukan sejak dini, KBIHU Manarotul Ummah Al-Furqon berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji asal Tasikmalaya dan sekitarnya pada musim haji mendatang.