CIAMIS, NewsTasikmalalaya.com – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari menunjukkan respons cepat saat mengevakuasi seorang bocah berusia lima tahun yang kakinya terjepit di sela-sela bangku besi sekolah. Insiden yang sempat memicu kepanikan ini terjadi pada Minggu (22/2/2026) siang di lingkungan TK PGRI Al-Munawaroh, Dusun Cangkring, Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut menimpa korban bernama Wildan Syakip Al Faiza (5) sekitar pukul 13.20 WIB. Kejadian bermula saat ibu korban, Saadah (50), dikejutkan oleh suara jeritan histeris sang anak.
“Pada hari Minggu sekitar pukul 13.20 WIB, Ibu Saadah dikagetkan dengan suara jeritan anaknya. Ketika dihampiri, ternyata kaki anaknya tersebut terjepit di tempat duduk besi,” ujar Budi Rahmat dalam keterangannya.
Melihat kondisi kaki anaknya yang terkunci rapat di antara besi, Saadah segera menghubungi petugas di Pos WMK Banjarsari. Mendapat laporan darurat tersebut, tim Damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 13.33 WIB guna melakukan penyelamatan.
Tim yang terdiri dari Rizki, Uju, dan Gilang tersebut melakukan penanganan dengan sangat hati-hati. Menggunakan peralatan khusus, petugas berupaya meregangkan celah bangku besi tanpa menimbulkan tekanan berlebih yang berisiko mencederai kaki korban.
“Petugas pun melaksanakan proses evakuasi tersebut dengan aman dan selamat,” ucap Budi.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis di bawah tatapan cemas keluarga. Namun, berkat ketenangan dan keahlian petugas, kaki Wildan berhasil dilepaskan dari jepitan bangku besi pada pukul 13.55 WIB.
Budi memastikan tidak ada cedera atau luka serius yang dialami oleh korban dalam insiden tersebut.
“Pada jam 13.55 WIB, proses evakuasi kaki anak yang terjepit dilaksanakan dengan aman dan selamat. Kemudian petugas kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan,” tandasnya.
Kejadian ini kembali mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat berada di area dengan fasilitas berbahan besi yang berisiko menimbulkan kecelakaan serupa.