TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Suasana berbeda mewarnai pembagian rapor semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SMKN 1 Kota Tasikmalaya pada Rabu (24/6/2026) pagi. Di tengah barisan wali murid yang tengah mengantre, muncul petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya yang ikut duduk berdampingan dengan orang tua murid lainnya.
Menariknya, petugas Damkar ini datang tanpa raungan sirene ataupun armada mobil pemadam yang biasa digunakan untuk menjinakkan api. Kehadiran mereka ke sekolah yang berlokasi di Kecamatan Cipedes tersebut justru untuk mengemban misi kemanusiaan yang menyentuh hati, yakni mengambil rapor seorang siswi kelas XI jurusan Produksi Film (PF 1) bernama Chalsa (17).
Aksi tak biasa ini pun mendadak jadi pusat perhatian dan perbincangan hangat di antara para orang tua murid yang hadir.
Chalsa mengungkapkan alasan di balik keputusannya meminta bantuan korps berbaju biru tersebut. Remaja putri ini mengaku sebagai seorang anak yatim setelah sang ayah berpulang pada September 2025 lalu. Sementara itu, ibunya tidak bisa hadir karena terikat tuntutan pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.
"Kebetulan ayah sudah tidak ada, sedangkan mama harus bekerja di Tasikmalaya dan tidak bisa ditinggal. Kalau dipaksakan libur, upahnya bisa dipotong dan tidak dapat uang," tutur Chalsa pada Rabu (24/6/2026).
Chalsa yang kini hanya tinggal berdua bersama ibunya sempat kebingungan karena kedua kakaknya juga bekerja di luar kota, tepatnya di Bekasi. Enggan datang sendirian di saat teman-teman lainnya didampingi orang tua, Chalsa berinisiatif menghubungi Damkar Kota Tasikmalaya melalui pesan singkat WhatsApp setelah mencari kontaknya di media sosial.
"Di rumah cuma berdua. Melihat orang lain rapornya ada yang mengambilkan, saya coba cari akun Instagram Damkar. Di sana tertera nomor WhatsApp, langsung saya chat. Awalnya cuma iseng, tapi ternyata direspons sangat cepat dan langsung disetujui. Saya pilih Damkar karena mereka terkenal sangat 'gercep' (gerak cepat) kalau membantu masyarakat," beber Chalsa sembari menambahkan bahwa sang ibu tidak mengetahui rencana ini.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, membenarkan bahwa momen unik ini bermula dari pesan emosional yang masuk ke call center mereka. Regu piket yang dipimpin oleh Komandan Regu (Danru) Fikri, bersama anggota lain yakni Iqbal, Dicky, dan Azwar, langsung diterjunkan menuju sekolah.
"Setelah menerima pesan itu, petugas yang sedang piket langsung merespons dan mengiyakan keinginan siswi tersebut untuk dibantu diambil rapornya," kata Hendrik saat mendampingi anggotanya di SMKN 1 Kota Tasikmalaya.
Hendrik menambahkan, selain memenuhi amanah mengambil rapor, momentum ini juga dimanfaatkan petugas untuk menyelipkan edukasi dan sosialisasi mengenai tugas pokok serta fungsi Damkar kepada para orang tua murid yang hadir. Ia mengakui, aksi mengambil rapor sekolah ini menjadi pengalaman pertama dan paling unik sepanjang sejarah pelayanan publik Damkar Kota Tasikmalaya.
"Ini pertama kalinya kami mendapatkan tugas mengambil rapor siswa. Biasanya, selain memadamkan kebakaran, tugas non-kebakaran kami meliputi evakuasi kucing, pelepasan cincin yang kekecilan, menangkap ular, dan sejenisnya. Namun, karena ini bagian dari pelayanan masyarakat, kami dengan senang hati membantu," pungkas Hendrik.