TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kota Tasikmalaya, Jumat (6/11/2026) sore hingga malam. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan belasan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genteng.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat sedikitnya 18 rumah terdampak hingga pukul 18.35 WIB. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring masuknya laporan dari masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengatakan laporan kerusakan diterima dari beberapa wilayah kecamatan. Tim BPBD pun langsung bergerak untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.
"Hingga pukul 18.35 WIB, ada 18 atap rumah yang rusak yang kita terima laporan dari warga akibat cuaca ekstrem ini," kata Budi saat ditemui di lokasi penanganan di Kecamatan Cipedes, Jumat malam.
Kerusakan Terbanyak di Kecamatan Indihiang
Budi menyebutkan, kerusakan rumah tersebar di tiga kecamatan, yakni Indihiang, Bungursari, dan Cipedes. Dari sejumlah titik tersebut, laporan terbanyak berasal dari Kampung Ciroyom, Kecamatan Indihiang.
"Ada beberapa daerah seperti Indihiang, Bungursari dan Cipedes di sana ada beberapa lokasi, semoga tidak bertambah gangguan cuaca. Paling banyak di Kampung Ciroyom Indihiang," ucapnya.
Menindaklanjuti laporan warga, BPBD Kota Tasikmalaya menerjunkan tim respons cepat yang dibagi ke beberapa lokasi. Petugas melakukan pendataan, penilaian dampak kerusakan atau asesmen, sekaligus membantu proses penanganan dan pembersihan material yang terdampak.
Meski belasan rumah mengalami kerusakan, BPBD memastikan hingga laporan tersebut disampaikan tidak terdapat korban jiwa. Kerusakan yang terdata sementara ini didominasi bagian atap rumah dan genteng.
"Sampai saat ini baru kerusakan di atap dan genteng rumah, kita bertahan melakukan assessment, kita rekap datanya seperti apa penangananya unit apa kebutuhan dasar saja," jelas Budi.
Dua Pohon Tumbang, Warga Diminta Waspada
Selain merusak atap rumah, hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan dua pohon tumbang di lokasi berbeda. Kedua kejadian tersebut dilaporkan berada di sekitar permukiman warga.
"Pohon ada dua lokasi kaitannya sama dekat rumah," bebernya.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh perubahan cuaca, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi di sejumlah kawasan.
Budi menjelaskan, berdasarkan informasi prakiraan BMKG, periode curah hujan tinggi diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari mendatang. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Warga diimbau memangkas ranting atau pohon yang sudah rapuh dan berpotensi tumbang menimpa rumah maupun fasilitas umum. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di kawasan bantaran sungai ketika kondisi cuaca berisiko.
"Untuk masyarakat memang ini belum masuk ekstremnya, tapi hujan sudah kencang, ada beberapa lokasi, jadi dari BMKG curah hujan di Januari dan Februari dan meminta warga bisa memangkas pohon yang sekira berbahaya terhadap ke rumah dan tidak berkegiatan di bantaran kali," pungkasnya.
BPBD Kota Tasikmalaya mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan segera melaporkan apabila terjadi bencana di lingkungan masing-masing. Kewaspadaan serta kesiapsiagaan bersama diperlukan untuk meminimalkan risiko kerusakan maupun korban akibat cuaca ekstrem.