TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya mencatat penurunan angka kemiskinan pada 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya, persentase penduduk miskin turun dari 10,84 persen menjadi 9,34 persen.
Penurunan sebesar 1,50 poin persentase tersebut menjadi indikator perkembangan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Tasikmalaya.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan.
“Penurunan 1,5 persen ini adalah angka kerja keras kita semua. Pemkot Tasikmalaya bekerja kompak bersama seluruh pihak untuk terus menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Viman, Kamis (15/10/2026) siang.
Menurut Viman, penurunan angka kemiskinan harus menjadi motivasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen melanjutkan berbagai langkah strategis agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak pembangunan.
Salah satu upaya yang akan diperkuat adalah pemetaan kondisi kemiskinan secara lebih terperinci dan terarah. Langkah ini diperlukan untuk memastikan program bantuan maupun intervensi pemerintah tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Dengan pemetaan yang lebih akurat, pelaksanaan program diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah sehingga penanganan kemiskinan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Tujuh Program Unggulan Jadi Penopang Pengentasan Kemiskinan
Viman menjelaskan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat turut didukung melalui tujuh program unggulan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Ketujuh program tersebut meliputi Tasik Resik, Tasik Nyaman, Tasik Melayani, Tasik Religius, Tasik Gemas, Tasik Pelak, dan Tasik Pintar.
Program-program tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor.
Viman menegaskan, keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat, agar program yang dijalankan memberikan manfaat lebih luas.
Sinergi lintas sektor juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan tren penurunan kemiskinan, sekaligus memastikan pembangunan berjalan secara merata.
“Dengan mengusung semangat Langkah Santun, Jiwa Tangguh, kami Pemkot optimistis tren penurunan kemiskinan dapat terus dijaga melalui sinergi lintas sektor dan program yang berkelanjutan demi mewujudkan Kota Tasikmalaya yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Pemkot Tasikmalaya berharap capaian penurunan angka kemiskinan pada 2026 dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui pemetaan yang lebih tepat, pelaksanaan program unggulan, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kesejahteraan warga dapat terus berlanjut.