TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Lomba desain logo HUT ke-24 Kota Tasikmalaya resmi dimenangkan oleh Aditya Nugraha, tetapi dewan juri menilai perlombaan serupa di masa mendatang perlu disertai pendampingan atau coaching clinic bagi peserta.
Salah seorang juri, Bode Riswandi, menyebut bahwa meski animo peserta tahun ini meningkat, kualitas artistik dan packaging karya belum sebaik tahun sebelumnya.
“Lima besar kali ini lebih unik, estetik, dan filosofis. Namun banyak peserta yang masih belum memahami detail teknis maupun filosofis dalam sebuah desain logo,” ujarnya.
Bode menegaskan, pendampingan akan membantu peserta memahami unsur estetika, kreativitas, hingga sensitivitas agar terhindar dari kemiripan dengan logo lain.
“Setidaknya ketika ikut lomba mereka sudah mengerti. Jadi tidak ada lagi kesan mirip dari tahun ke tahun. Kita masih mencari logo yang benar-benar out of the box,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan juri lainnya, Andri Pahrulroji, yang menekankan pentingnya kejelasan visual dalam sebuah logo. Menurutnya, identitas Tasikmalaya dengan tema “Tasik Santun” harus tercermin jelas dalam desain.
“Logo harus mudah dikenali bahkan dari jarak jauh. Identitas lokal seperti kelom geulis atau payung geulis perlu dipertimbangkan agar pesan logo tepat sasaran,” tuturnya.
Dengan adanya gagasan coaching clinic, dewan juri berharap ke depan lomba logo HUT Kota Tasikmalaya tidak hanya menghasilkan karya terbaik, tetapi juga mendorong tumbuhnya desainer lokal yang lebih kreatif, inovatif, dan paham filosofi desain.