Ikuti Kami :

Disarankan:

Diduga Korsleting Listrik, Gudang SDN Citapen Tasikmalaya Terbakar: Siswa Dua Kelas Beralih Daring

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:02 WIB
Diduga Korsleting Listrik, Gudang SDN Citapen Tasikmalaya Terbakar: Siswa Dua Kelas Beralih Daring
Diduga Korsleting Listrik, Gudang SDN Citapen Tasikmalaya Terbakar: Siswa Dua Kelas Beralih Daring.

Kebakaran melanda gudang penyimpanan barang bekas SDN Citapen, Kota Tasikmalaya, Selasa (21/7/2026) sore. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dengan kerugian mencapai Rp50 juta. Siswa kelas 3C dan 4B dialihkan belajar daring.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Insiden kebakaran melanda kompleks bangunan SD Negeri Citapen yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, pada Selasa (21/7/2026) sore. Kobaran api yang diduga dipicu oleh hubungan pendek arus listrik (korsleting) tersebut menghanguskan area selasar lantai dua yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang bekas.

Peristiwa nahas tersebut diperkirakan mulai terjadi sekira pukul 15.40 WIB. Kepulan asap tebal pertama kali dipergoki oleh sejumlah guru yang masih berada di lingkungan sekolah usai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selesai, serta warga masyarakat sekitar.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya menerima laporan resmi dari warga berinisial Arif Porong pada pukul 16.01 WIB. Menanggapi laporan darurat tersebut, Regu 1 Damkar Kota Tasikmalaya langsung meluncur menggunakan Unit Fire Truck 04 dan Water Supply 05, dengan response time sekitar 10 menit tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.10 WIB.

Mengingat lokasi sekolah berdekatan dengan batas Mako Damkar Kabupaten Tasikmalaya, dua unit armada bantuan dari Damkar Kabupaten Tasikmalaya turut diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses penyekatan dan pemadaman api.

Kepala SDN Citapen, Ene Rosidah, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia memastikan bahwa saat kejadian seluruh siswa sudah meninggalkan area sekolah karena jam KBM telah usai.

"Seluruh anak-anak sudah pulang karena KBM telah selesai. Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.55 WIB, sebagian guru memang sudah pulang tetapi masih ada beberapa yang tersisa di sekolah. Yang pertama kali menemukan titik api adalah bapak dan ibu guru yang masih berada di sini," terang Ene Rosidah di lokasi kejadian.

Ene menceritakan, titik awal kobaran api terlihat muncul dari gundukan meja dan kursi kayu yang sudah tidak terpakai. Ketika pihak sekolah berupaya memadamkan secara mandiri, api justru membesar dengan cepat karena menyambar tumpukan barang bekas dan hasil karya siswa.

"Penyebab pastinya kompor tentu tidak ada. Namun diduga ada korsleting listrik di area penyimpanan barang bekas, seperti kursi, meja, dan hasil karya anak-anak. Kerugian material ditaksir mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta, mengingat struktur baja di bagian atas ikut melengkung dan harus direnovasi total," imbuhnya.

Guna memastikan keamanan lingkungan sekolah serta mempermudah proses pemeriksaan teknis, Ene menyampaikan bahwa aktivitas pembelajaran untuk beberapa rombel akan dialihkan sementara.

"Rencana besok untuk kegiatan belajar siswa kelas 3C dan 4B akan dialihkan ke sistem dalam jaringan (daring) terlebih dahulu. Langkah ini diambil sembari kita mengecek seluruh kelayakan fasilitas pascakejadian. Yang terpenting anak-anak tetap aman," tegasnya.

Sementara itu, Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Jonih Jonansa, menjelaskan bahwa jajaran kepolisian dari Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota telah diterjunkan ke lokasi untuk menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Berdasarkan keterangan saksi, percikan api mulai terlihat sekitar pukul 15.55 WIB dari bagian selasar lantai bawah kemudian merambat cepat ke atas. Objek yang terbakar merupakan selasar lantai dua yang difungsikan sebagai gudang sementara berisikan berkas kertas yang mudah terbakar serta lemari bekas," papar Ipda Jonih.

Ia menambahkan, dari hasil analisis awal olah TKP, indikasi kuat penyebab kebakaran bersumber dari masalah kelistrikan.

"Hasil olah TKP awal dari tim Inafis menduga sumber api berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang berada di area bawah. Namun untuk memastikan penyebab pastinya secara komprehensif, perkara ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian," pungkas Ipda Jonih Jonansa.

Beruntung, berkat respons cepat penanganan petugas gabungan Damkar Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, luasan area yang terbakar dapat dilokalisasi sekitar 2 meter persegi sehingga api tidak meluas merembet ke bangunan kelas utama lainnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement