Ikuti Kami :

Disarankan:

Dikira Anak Monyet, Kukang Jawa Muncul di Permukiman Warga Cigantang Girang Tasikmalaya

Senin, 14 September 2026 | 10:34 WIB
Dikira Anak Monyet, Kukang Jawa Muncul di Permukiman Warga Cigantang Girang Tasikmalaya
Dikira Anak Monyet, Kukang Jawa Muncul di Permukiman Warga Cigantang Girang Tasikmalaya. Foto: Istimewa

Satwa dilindungi tersebut berhasil diamankan warga dan akan diserahkan kepada BBKSDA Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Warga Kampung Cigantang Girang, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dibuat heboh dengan kemunculan seekor Kukang Jawa di lingkungan permukiman pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Satwa liar yang termasuk hewan dilindungi itu ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB di halaman rumah milik Ny. Etih. Awalnya, keberadaan hewan tersebut diketahui oleh Didin yang melihat seekor primata kecil sedang merayap di pohon alpukat.

Karena belum pernah melihat hewan tersebut dari dekat, Etih sempat mengira satwa itu adalah anak monyet. Teriakan warga yang terkejut kemudian menarik perhatian warga sekitar hingga berdatangan ke lokasi.

"Saya kaget, awalnya mengira itu anak monyet. Baru pertama kali melihat hewan seperti itu di halaman rumah," ujar Etih, Senin (14/9/2026).

Warga kemudian berupaya mengamankan hewan tersebut agar tidak melarikan diri maupun mengalami cedera. Setelah beberapa saat, Kukang Jawa berhasil ditangkap menggunakan sarung.

Menurut Etih, proses penangkapan dilakukan secara hati-hati karena warga khawatir satwa tersebut terluka.

"Alhamdulillah akhirnya bisa diamankan dengan selamat," katanya.

Setelah berhasil diamankan, Kukang Jawa itu sementara dirawat oleh salah seorang warga bernama Iding sambil menunggu penanganan dari petugas konservasi.

Sementara itu, Lina, putri Ny. Etih, mencari informasi mengenai satwa yang ditemukan tersebut. Dari hasil penelusurannya, ia mengetahui bahwa Kukang Jawa merupakan satwa yang dilindungi oleh negara.

Menyadari hal tersebut, Lina segera menghubungi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat agar satwa tersebut dapat ditangani sesuai prosedur.

"Saya membaca bahwa hewan ini termasuk satwa yang dilindungi. Karena itu saya langsung menghubungi BKSDA dan rencananya akan dijemput petugas," ujar Lina.

Kemunculan Kukang Jawa di kawasan permukiman warga menjadi peristiwa yang jarang terjadi. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat satwa liar serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan hewan yang dilindungi.

Sikap cepat warga yang memilih menghubungi petugas konservasi dinilai menjadi langkah tepat untuk memastikan keselamatan satwa sekaligus mencegah risiko yang tidak diinginkan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement