Ikuti Kami :

Disarankan:

Dua Malam Satu Hari Berjibaku, Petugas Masih Tangani Kebakaran Lahan Limbah Kayu Pabrik di Kawalu Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:47 WIB
Dua Malam Satu Hari Berjibaku, Petugas Masih Tangani Kebakaran Lahan Limbah Kayu Pabrik di Kawalu Tasikmalaya
Dua Malam Satu Hari Berjibaku, Petugas Masih Tangani Kebakaran Lahan Limbah Kayu Pabrik di Kawalu Tasikmalaya.

Petugas Damkar dan BPBD Kota Tasikmalaya masih berjuang memadamkan kebakaran lahan limbah kayu pabrik di Kawalu yang terjadi sejak Sabtu (10/10/2026). Perusahaan siap bertanggung jawab jika ada warga terdampak paparan asap.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya masih terus berjibaku menangani kebakaran lahan penyimpanan limbah kayu di belakang salah satu pabrik di wilayah Kecamatan Kawalu, hingga Senin (12/10/2026).

Kebakaran yang menghanguskan tumpukan limbah kulit kayu tersebut pertama kali diketahui pada Sabtu (10/10/2026) malam. Banyaknya material yang mudah terbakar serta area yang luas membuat proses pemadaman berlangsung ekstra keras hingga memakan waktu dua malam satu hari, dan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi kejadian dengan pengerahan unit armada pemadam.

"Yang satu kaitan dengan unit pemadaman dan water supply, tapi dipertemgahan kirim kembali membantu suplai air," ujar Budi.

Budi, yang sempat meninjau langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), mengungkapkan bahwa proses pemadaman sempat mendapat bantuan dari armada Damkar Kabupaten Ciamis. Selain itu, pihak perusahaan juga menerjunkan alat berat berupa ekskavator untuk membuat sekat pemisah.

"Dari informasi di lokasi bahwa api belum bisa dipadamkan, tapi ada area yang sudah dipisahkan ke area produksi," ucapnya.

Ia menambahkan, petugas di lapangan harus melakukan pemadaman dengan penuh kehati-hatian mengingat karakteristik material kayu kering yang mudah kembali menyala.

"Yang terbakar itu di area lahan di belakang pabrik lokasi limbah kayu kering," jelas Budi.

Kronologi dan Penjelasan Pihak Pabrik

Ditemui secara terpisah, HRD pabrik kayu tersebut, Daud Rifai, menjelaskan bahwa kepulan asap pertama kali disadari oleh warga sekitar pada Sabtu malam pukul 20.00 WIB.

"Terkait kebakaran lahan penyimpanan kulit kayu untuk cadangan bahan boiler itu awal mula api ditemukan oleh warga sekitar yang sekitar jam 8 malam minggu, kami sudah ada di rumah. Jam 3 sore kami sudah tidak ada di tempat pekerjaan karena jam kerja 40 jam dalam satu minggu," kata Daud.

Saat menerima laporan dari warga, tim di lapangan mulai dari petugas keamanan (satpam) hingga staf langsung meneruskan informasi tersebut ke Damkar Kota Tasikmalaya.

"Kemudian pimpinan meluncur ke sana dan yang membuka pertama asapnya juga damkar, tidak sama kami. Karena kami tidak berani," beber Daud.

Daud mengaku belum mengetahui secara pasti pemicu utama timbulnya titik api dari dalam tumpukan limbah tersebut.

"Setelah ditangani damkar keluar lah semburan api besar, disitu mulai ditangani oleh petugas Damkar," tuturnya.

Ia menegaskan, tidak ada bangunan pabrik maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Korban juga tidak ada. Yang terbakar itu ruang terbuka, yang biasanya diperuntukan di ruang terbuka hijau," jelasnya.

Warga Buat Kanal Penyekat dan Tanggung Jawab Perusahaan

Dalam upaya penanganan, warga dari dua kelurahan terdekat turun tangan membantu mengantisipasi penyebaran api dengan membuat kanal penyekat dan membersihkan rumput kering di sekitar lokasi.

"Padahal api belum besar, tapi warga sudah mulai menangani rumput kering agar tidak merembet ke lahan yang lain karena musim kemarau," katanya.

Daud memastikan, manajemen perusahaan siap bertanggung jawab penuh jika terdapat warga sekitar yang terdampak paparan asap akibat kebakaran ini.

"Sudah disampaikan oleh Pak Direktur, jika ada masyarakat yang terdampak oleh asap dan harus dibawa ke puskesmas, kami bertanggungjawab. Kalau kerugian kita susah kalkulasinya karena itu stok bahan bakar saja dan itu sampah serutan kulit kayu," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement