TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Padatnya jadwal pertandingan Persib Bandung pada musim 2026/2027 membawa dampak positif bagi pelaku usaha kuliner di Kota Tasikmalaya. Kafe-kafe yang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Maung Bandung ramai dipadati Bobotoh, sehingga membuka peluang peningkatan omzet penjualan.
Tingginya frekuensi pertandingan Persib membuat agenda nobar semakin diminati. Dalam kondisi tertentu, tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut bahkan bisa menjalani hingga tiga pertandingan dalam sepekan di berbagai kompetisi.
Pada musim ini, Persib dijadwalkan tampil di sejumlah ajang, di antaranya Super League, AFC Champions League Two (ACL Two), ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.
Situasi tersebut menjadi peluang bagi pemilik kafe untuk menarik lebih banyak pengunjung, terutama para Bobotoh yang ingin menyaksikan pertandingan bersama sesama pendukung.
Salah seorang pemilik kafe di Kota Tasikmalaya mengaku, setiap kali Persib bertanding, tempat usahanya cenderung dipenuhi pengunjung. Kondisi itu semakin terasa dengan padatnya jadwal pertandingan yang membuat kegiatan nobar berlangsung lebih sering.
"Kalau Persib main, pasti penuh. Apalagi sekarang seminggu bisa tiga kali main, jadi hampir tiap hari ada nobar," ujar pemilik kafe yang enggan disebutkan namanya, Senin (12/10/2026) pagi.
Menurutnya, tingginya antusiasme Bobotoh di Kota Tasikmalaya menjadikan pertandingan Persib sebagai momentum untuk mendongkrak pendapatan usaha. Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati suasana pertandingan, tetapi juga memesan makanan dan minuman selama nobar berlangsung.
Ia menegaskan, kegiatan nonton bareng yang diselenggarakan di kafenya telah mengantongi lisensi resmi.
Omzet Diklaim Meningkat hingga 300 Persen
Lonjakan jumlah pengunjung saat Persib berlaga turut berdampak pada pendapatan kafe. Pemilik usaha tersebut mengungkapkan, omzet penjualan bisa meningkat signifikan dibandingkan hari-hari ketika tidak ada pertandingan Persib.
"Wah kalau dibandingkan dengan tidak ada Persib pendapatan jauh. Kalau ada Persib 300 persen meningkatnya," ucapnya.
Ia menjelaskan, kafe miliknya memiliki kapasitas lebih dari 300 orang. Meski demikian, daya tampung tersebut kerap tidak mencukupi ketika Persib memainkan pertandingan penting atau menghadapi lawan yang menarik perhatian Bobotoh.
Bahkan, tidak sedikit pengunjung yang terpaksa tidak mendapatkan tempat duduk karena seluruh area kafe telah dipenuhi penonton.
Kondisi tersebut juga membuat aktivitas para pegawai meningkat. Mereka harus melayani pesanan makanan dan minuman dari pengunjung di tengah ramainya suasana pertandingan.
"Dan itu kalau ada Persib pasti penuh, bahkan banyak yang gak kebagian kursi. Pegawai juga pasti sibuk," pungkasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dapat memberikan efek ekonomi bagi sektor usaha kuliner. Bagi pemilik kafe di Kota Tasikmalaya, pertandingan Persib bukan hanya menjadi hiburan bagi Bobotoh, tetapi juga peluang untuk meningkatkan penjualan melalui kegiatan nobar.
Dengan jadwal kompetisi yang padat, momentum pertandingan Persib pun menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menghadirkan pengalaman menonton bersama sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.