Ikuti Kami :

Disarankan:

Hadirkan 31 Perusahaan dari 18 Negara Sahabat, Ribuan Pelamar Padati Tasikmalaya Internasional Job Fair 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:53 WIB
Hadirkan 31 Perusahaan dari 18 Negara Sahabat, Ribuan Pelamar Padati Tasikmalaya Internasional Job Fair 2026
Hadirkan 31 Perusahaan dari 18 Negara Sahabat, Ribuan Pelamar Padati Tasikmalaya Internasional Job Fair 2026. Foto: Kristian.

Tasikmalaya Internasional Job Fair 2026 di Plaza Asia menghadirkan 31 perusahaan dari 18 negara, diserbu 5.800 pelamar pada hari pertama, Jumat (30/10/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Ribuan pencari kerja dari berbagai daerah di Jawa Barat menyerbu gelaran Tasikmalaya Internasional Job Fair 2026 di Plaza Asia Tasikmalaya, Jumat (30/10/2026). Perhelatan Bursa Kerja Internasional perdana berkonsep hybrid di Indonesia ini menghadirkan 31 perusahaan terkemuka dari 18 negara sahabat.

Bursa kerja megah yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 30 hingga 31 Oktober 2026.

Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, menyebutkan bahwa ada 18 negara tujuan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditawarkan dalam ajang ini. Hingga pukul 15.00 WIB pada hari pertama, tercatat sebanyak 5.800 pelamar telah mendaftar untuk memperebutkan total 7.222 lowongan kerja, yang terdiri atas 6.700 formasi luar negeri dan 184 formasi dalam negeri.

"Ini Lebih banyak dari Tasikmalaya, ada 54 persen, sisanya jakarta dan Jateng," ucap Deni, Jumat (30/10/2026).

Melihat tingginya animo pendaftar yang menembus angka 5.800 orang, pihak Disnaker melakukan skema alur pelayanan khusus dengan membaginya ke dalam dua sesi per hari.

"Sebetulnya per sesi, tapi dibaginya cukup repot dan pelayanan tetap dilaksanakan," ungkapnya.

Jadikan Tasikmalaya Episentrum Tenaga Kerja Migran Priangan Timur

Di lokasi yang sama, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Tasikmalaya Internasional Job Fair 2026 ditujukan untuk memfasilitasi pencari kerja sekaligus mengakselerasi penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kota Tasikmalaya.

"Itu juga agar supaya pengangguran di Kota Tasikmalaya itu turun dan laju pertumbuhan ekonomi, kemiskinan di Kota Tasikmalaya lebih baik lagi, gitu. Dan bukan cuman di Kota Tasikmalaya, kita ingin jadi episentrum hub-nya untuk pengiriman migran, tenaga kerja migran Indonesia, itu untuk skala Priangan Timur dan juga Jawa Barat," ujar Viman.

Viman membeberkan, dari total pendaftar sistem daring yang mencapai 5.800 orang, sekitar 50 persen di antaranya merupakan warga lokal Kota Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur.

"Yang mayoritas memang dari Priangan Timur. Jadi seperti itu dan akses itu sudah ada, gitu. Nah, kita mengawal semua pihak supaya link and match-nya berjalan betul-betul outcome-nya, output-nya memang semua yang datang ke sini, yang terdaftar di sini, itu betul-betul mendapatkan pekerjaan yang layak dan aman," bebernya.

Apresiasi dari Istana Presiden

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala. Ia menilai inovasi digitalisasi bursa kerja hybrid yang digagas Pemkot Tasikmalaya ini merupakan terobosan konkret yang sejalan dengan program prioritas nasional, termasuk program SMK to Global.

"Ini ada inisiatif dari pemkot tentunya dengan dinas, bagaimana caranya agar pendaftar itu bisi digitalisasi jadi lebih mudah. Ini memang menurut saya sebuah inovasi yang memang sangat baik dan harus kita kawal. Terus dari sana juga kita bisa tau secara realtime secaravangka itu terus bertambah, terakhir ada 5.800 setengahnya itu dari luar Kota Tasikmalaya, dalam Kota Tasik," pungkas Tiar.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin