Ikuti Kami :

Disarankan:

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pengendara di Tasikmalaya Kaget: Kenaikannya Mendadak

Rabu, 10 Juni 2026 | 12:13 WIB
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pengendara di Tasikmalaya Kaget: Kenaikannya Mendadak
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pengendara di Tasikmalaya Kaget: Kenaikannya Mendadak. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Harga Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter tersebut membuat sejumlah pengendara di Kota Tasikmalaya mengaku kaget karena baru mengetahui informasi saat mengisi BBM di SPBU.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) kembali mengalami kenaikan. PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan penyesuaian tersebut, harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter atau lebih dari 32 persen.

Kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut membuat sejumlah pengendara di Kota Tasikmalaya mengaku terkejut. Sebagian bahkan baru mengetahui adanya perubahan harga saat hendak mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Salah seorang pengendara Vespa matik, Iyep, mengaku baru mengetahui informasi kenaikan harga Pertamax saat akan melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padayungan, Kota Tasikmalaya.

"Baru tahu pas mau ngisi. Tadi dikasih tahu sama petugas kalau harga Pertamax naik," kata Iyep, Rabu (10/6/2026).

Meski merasa kaget dengan kenaikan harga tersebut, Iyep tetap memilih menggunakan Pertamax untuk kendaraannya. Menurutnya, kualitas bahan bakar menjadi pertimbangan utama dibandingkan harga.

"Sudah tanggung, jadi tetap ngisi Pertamax. Ini isi Rp50 ribu cuma dapat sekitar tiga liter lebih sedikit. Biasanya dengan nominal segitu tangki sudah hampir penuh," ujarnya.

Hal serupa disampaikan pengendara sepeda motor lainnya, Azka. Ia mengaku tidak menyangka harga Pertamax kembali mengalami kenaikan dalam waktu singkat.

"Kaget juga, karena kenaikannya terkesan mendadak. Sebelum mengisi saya diberi tahu dulu oleh petugas SPBU. Baru tahu hari ini," ungkapnya.

Meski demikian, Azka menegaskan dirinya masih akan menggunakan Pertamax karena dinilai lebih baik untuk menjaga performa mesin kendaraan.

"Sepertinya tetap pakai Pertamax karena lebih bagus untuk mesin. Walaupun harganya mahal, tetap dipakai. Tadi isi Rp15 ribu, satu liter juga belum dapat," katanya.

Tidak hanya Pertamax RON 92, penyesuaian harga juga terjadi pada BBM non-subsidi jenis Pertamax Green 95. Harga yang sebelumnya Rp12.900 per liter kini naik menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan Pertamax sebagai bahan bakar utama. Sejumlah pengendara berharap adanya sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat dapat mengetahui informasi perubahan harga lebih awal.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement