TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 12 Juni mendatang, euforia pesta sepak bola dunia belum sepenuhnya terasa di Kota Tasikmalaya. Kondisi tersebut turut berdampak pada penjualan jersey tim nasional yang biasanya mengalami lonjakan signifikan menjelang turnamen berlangsung.
Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, ternyata belum mampu mendongkrak minat masyarakat untuk membeli atribut maupun jersey peserta turnamen seperti pada edisi-edisi sebelumnya.
Hal itu diungkapkan Yani, pemilik toko jersey di Jalan BKR, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Menurutnya, permintaan jersey Piala Dunia tahun ini mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan saat Piala Dunia Qatar 2022.
"Kalau untuk euforia Piala Dunia kali ini memang tidak terlalu terasa. Biasanya satu bulan sebelum kick-off, permintaan jersey sudah meningkat dan stok barang mulai banyak dicari. Tahun ini berbeda," ujar Yani saat ditemui di tokonya, Selasa (9/6/2026).
Ia menilai minimnya promosi dari media televisi nasional menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat kurang antusias menyambut Piala Dunia 2026.
"Dulu televisi swasta cukup gencar melakukan promosi karena memiliki hak siar atau kepentingan pasar. Sekarang promosi yang terlihat masih sangat minim, sehingga banyak masyarakat yang bahkan belum terlalu mengikuti perkembangan turnamen ini," katanya.
Selain faktor promosi, Yani juga menyebut kondisi impor barang yang mengalami hambatan akibat situasi global turut memengaruhi harga jersey di pasaran. Akibatnya, harga produk mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan edisi sebelumnya.
"Kalau dulu harga masih normal sebelum turnamen dimulai. Sekarang belum kick-off saja harga sudah naik antara Rp100 ribu hingga Rp180 ribu per potong. Kondisi ini membuat sebagian konsumen menunda pembelian karena menganggap harganya kurang masuk akal," jelasnya.
Menurut Yani, dampak dari menurunnya minat pasar membuat para pedagang memilih lebih berhati-hati dalam menyediakan stok barang. Ia mengaku jumlah pemesanan jersey Piala Dunia tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan empat tahun lalu.
"Kalau dibandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya, penurunannya sangat jauh. Bahkan pemesanan saat ini mungkin belum mencapai 30 persen dari periode yang sama pada edisi sebelumnya," ungkapnya.
Berbeda dengan Piala Dunia Qatar yang banyak dimanfaatkan perusahaan maupun komunitas untuk membuat seragam bertema sepak bola, kali ini pembeli lebih didominasi oleh pelanggan individu dan penggemar fanatik tim tertentu.
"Kalau dulu banyak perusahaan atau komunitas yang memesan satu hingga dua lusin untuk kegiatan nobar atau acara kantor. Sekarang hampir tidak ada, kebanyakan pembelian perorangan saja," katanya.
Di tokonya, Yani menjual berbagai jenis jersey tim nasional peserta Piala Dunia 2026 dengan harga mulai Rp35 ribu hingga Rp185 ribu, tergantung kualitas dan grade produk. Selain jersey tim nasional, tersedia pula jersey klub lokal maupun internasional.
Meski kondisi penjualan belum menggembirakan, para pedagang masih berharap euforia Piala Dunia akan meningkat ketika turnamen mulai bergulir dan memasuki fase-fase penting.