Ikuti Kami :

Disarankan:

Kabid SDA Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Ingatkan Ancaman Kekeringan, Debit Air dan Situ Gede Menipis

Senin, 06 Juli 2026 | 17:51 WIB
Kabid SDA Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Ingatkan Ancaman Kekeringan, Debit Air dan Situ Gede Menipis
Kabid SDA Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Ingatkan Ancaman Kekeringan, Debit Air dan Situ Gede Menipis. Foto: Kristian.

Kabid SDA Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Rino Isa Muharam mengingatkan ancaman kekeringan akibat menyusutnya debit air di 29 Daerah Irigasi dan Situ Gede, Senin (6/7/2026). Kecamatan Purbaratu, Cibeureum, dan Tamansari menjadi wilayah paling terdampak.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, mengingatkan potensi gangguan ketahanan air dan pangan akibat musim kemarau.

Pasalnya, Rino menyebutkan bahwa debit air dari sejumlah sumber permukaan yang berada di bawah kewenangan Bidang SDA saat ini terpantau mulai menyusut drastis. Di Kota Tasikmalaya sendiri, tercatat ada 29 Daerah Irigasi (DI) yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab pihak SDA.

"Rata-rata debit aliran air dari sumber yang menjadi kewenangan kita sekarang sudah menipis. Musim kemarau ini menyebabkan sumber mata air dan Situ Gede volumenya sudah sangat sedikit," ucap Rino saat ditemui di wilayah Kecamatan Tawang, Senin (6/7/2026) siang.

Pihak SDA mengaku telah menggelar rapat koordinasi bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Citanduy untuk membahas sejumlah langkah alternatif guna menghadapi ancaman kekeringan. Rino menuturkan, wilayah di Kota Tasikmalaya yang saat ini posisinya paling terdampak berada di Kecamatan Purbaratu, Cibeureum, dan sebagian Tamansari.

"Rata-rata sumber air di wilayah tersebut berasal dari mata air dan situ. Sementara untuk pasokan aliran dari Sungai Citanduy sejauh ini relatif masih terjaga," terangnya.

Selain berkurangnya volume air akibat faktor alam, tantangan berat lainnya di lapangan adalah banyaknya infrastruktur saluran irigasi yang mengalami kerusakan struktural.

"Banyak saluran yang rusak dan harus segera diperbaiki. Kalau tidak, air akan merembes terbuang di tengah jalan dan wilayah hilir tidak akan kebagian suplai," jelas Rino.

Rino juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Berdasarkan hasil pantauan langsung timnya di lapangan, tumpukan sampah domestik masih banyak ditemukan mengambang dan mengendap di sepanjang aliran sungai.

"Selama musim kemarau sampah tidak terbawa arus air sehingga mengendap di dasar sungai. Ini berpotensi besar menyebabkan sumbatan parah saat musim penghujan datang nanti. Momentum kemarau ini sebenarnya bisa kita gunakan juga untuk memetakan titik mana saja yang kerap jadi lokasi pembuangan sampah liar ke sungai," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi taktis, Bidang SDA Dinas PUTR terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak. Bahkan, aksi gotong royong membersihkan saluran air sudah mulai digalakkan. Salah satunya bekerja sama dengan pihak Kelurahan Sukamanah untuk mengantisipasi sumbatan yang dapat mengganggu suplai air ke arah Purbaratu.

"Upaya kami saat ini difokuskan pada perbaikan kebocoran-kebocoran saluran irigasi dan pembersihan aliran sungai secara rutin. Ini sangat penting dilakukan demi menjaga kestabilan suplai air untuk ketahanan pangan di tengah balutan musim kemarau," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement