Ikuti Kami :

Disarankan:

Kadisdik Pastikan Pembelajaran di SDN Citapen Tetap Berjalan Pasca Kebakaran, Kerugian Masih Didata

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:29 WIB
Watermark
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Rojab Setiawan meninjau lokasi kebakaran di SDN Citapen dan memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski area selasar sekolah terdampak kebakaran. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Rojab Setiawan memastikan proses belajar mengajar di SDN Citapen tetap berjalan setelah kebakaran yang terjadi di area selasar gudang sekolah, Selasa (21/7/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN Citapen, Kecamatan Tawang, tetap berjalan meski sekolah tersebut mengalami insiden kebakaran pada Selasa (21/7/2026) sore.

Kebakaran yang terjadi di area selasar dekat gudang sekolah itu saat ini masih dalam proses penanganan dan penyelidikan oleh pihak berwenang. Pemerintah daerah pun bergerak cepat untuk memastikan keselamatan siswa serta kelangsungan proses pendidikan tidak terganggu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Setiawan, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama dalam penanganan pascakebakaran.

“Yang paling penting adalah memastikan anak-anak dalam kondisi aman. Setelah itu kami fokus agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan,” ujar Rojab saat meninjau lokasi kejadian.

Disdik Siapkan Skema Pembelajaran Alternatif

Untuk mengantisipasi gangguan proses belajar akibat area yang terdampak kebakaran, Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan pihak sekolah guna menentukan langkah terbaik.

Beberapa opsi pembelajaran telah disiapkan, mulai dari pelaksanaan pembelajaran daring hingga pengaturan ulang jadwal dan penggunaan ruang kelas agar aktivitas akademik tetap berlangsung dengan aman.

Menurut Rojab, ruang yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk sementara tidak akan digunakan sampai kondisi bangunan benar-benar dinyatakan aman.

“Kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Ada beberapa alternatif yang bisa diterapkan, baik pembelajaran daring maupun pengaturan waktu belajar. Yang jelas area terdampak tidak akan digunakan sampai dinyatakan aman,” katanya.

Fokus pada Keamanan dan Evaluasi Bangunan

Meski kebakaran tidak merusak banyak ruang belajar, Dinas Pendidikan tetap mengambil langkah hati-hati dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah.

Rojab menjelaskan bahwa titik kebakaran berada di bagian selasar sehingga dampaknya tidak terlalu luas. Namun, pihaknya tetap menunggu hasil analisis teknis dan proses pendinginan sebelum menentukan penggunaan kembali area tersebut.

“Kebakaran terjadi di area selasar, bukan di ruang kelas utama. Namun kami tetap harus melakukan kajian untuk memastikan tidak ada risiko yang membahayakan siswa maupun guru,” ujarnya.

Kerugian Masih Dalam Pendataan

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada gangguan instalasi listrik, namun hasil resmi masih menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, nilai kerugian akibat insiden tersebut juga belum dapat dipastikan karena proses pendataan dan identifikasi kerusakan masih berlangsung.

“Kerugian material masih kami hitung bersama pihak terkait. Saat ini fokus utama adalah penanganan lokasi dan memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan,” kata Rojab.

Pemkot Bergerak Cepat Lakukan Pemulihan

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan** telah menginstruksikan percepatan perbaikan bangunan yang terdampak melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) agar proses belajar mengajar tidak terganggu dalam jangka panjang.

Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga berencana melakukan pemeriksaan instalasi listrik di seluruh sekolah sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Insiden kebakaran di SDN Citapen menjadi pengingat pentingnya pengawasan berkala terhadap kondisi bangunan dan sistem kelistrikan sekolah, terutama pada gedung-gedung pendidikan yang telah berusia cukup lama.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement