Jadwal Sholat Hari Ini di Kabupaten Ciamis, Senin 19 Oktober 2026
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Ciamis dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Disarankan:
Gesekan yang bermula dari kesalahpahaman antarkelompok penonton meluas ke Jalan Raya Baregbeg dekat Universitas Galuh, Kawali, hingga Panawangan.
CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Kericuhan mewarnai pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam.
Meski pertandingan berakhir imbang tanpa gol, 0-0, gesekan antarkelompok suporter justru berlanjut hingga ke sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis.
Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial itu awalnya terjadi di tribun selatan Stadion Galuh. Situasi kemudian berkembang setelah pertandingan berakhir dan para penonton mulai meninggalkan stadion.
Kericuhan kembali terjadi di Jalan Raya Baregbeg, tepatnya di depan kampus Universitas Galuh (Unigal). Saat itu, bus rombongan suporter PSIS Semarang hendak meninggalkan Kabupaten Ciamis, tetapi diduga dihadang sekelompok massa hingga memicu bentrokan.
Gesekan antarkelompok penonton juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain, termasuk Jalan Raya Kawali hingga wilayah Panawangan. Aparat kepolisian pun dikerahkan untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan meluas.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar menjelaskan, kericuhan bermula dari kesalahpahaman antarkelompok suporter saat pertandingan berlangsung.
Ketegangan juga terjadi di internal pendukung PSIS Semarang yang terdiri dari dua kelompok, yakni Snex dan Panser Biru.
"Ya, tadi sempat ada beberapa kesalahpahaman, antarkelompok penonton, suporter PSIS dan PSGC. Di dalamnya, internal PSIS sendiri juga karena PSIS ini kan suporternya terbagi dua, yaitu Snex dan Panser Biru," ujar Kapolres.
"Alhamdulillah sudah bisa kita selesaikan permasalahan tersebut. Tadi di beberapa titik setelah di wilayah stadion, kesalahpahaman juga terjadi di jalan dekat Unigal, kemudian di Kawali, kemudian di wilayah Panawangan," tambah AKBP Eko saat dimintai keterangan di Mapolres Ciamis, Minggu (18/10/2026) dini hari.
439 Personel Gabungan Dikerahkan
Untuk meredam kericuhan suporter PSGC vs PSIS, sebanyak 439 personel gabungan dikerahkan ke sejumlah titik rawan. Petugas berupaya memecah konsentrasi massa sekaligus mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar.
Polisi juga melakukan pengawalan terhadap bus rombongan suporter PSIS Semarang hingga keluar dari wilayah Kabupaten Ciamis.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan suporter tim tamu berlangsung aman serta mencegah terjadinya insiden susulan.
"Tadi juga kita sudah mengawal suporter PSIS sampai dengan ke luar wilayah Ciamis, agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan baik bagi masyarakat," ujar Eko.
Kapolres memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kericuhan tersebut. Meski situasi berhasil dikendalikan, ia menegaskan bahwa insiden itu harus menjadi bahan evaluasi bersama, mulai dari kepolisian, panitia pelaksana pertandingan, hingga kelompok suporter.
"Alhamdulillah, kericuhan masih bisa kita amankan, yang juga menjadi evaluasi bagi kita bersama, termasuk juga panitia pelaksana, bagi para suporter/penonton, baik itu dari lawan maupun dari tuan rumah," ucapnya.
Kapolres Apresiasi Suporter yang Menahan Diri
Di tengah situasi yang sempat memanas, Eko turut menyampaikan apresiasi kepada suporter PSGC Ciamis, Viking, dan GCS yang dinilai mampu menahan diri serta tidak terpancing melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.
Menurutnya, sikap tersebut perlu dipertahankan sebagai bentuk kedewasaan dalam mendukung tim sepak bola sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Ciamis.
"Terima kasih juga kepada suporter PSGC, Viking, dan GCS yang sudah menahan diri untuk tidak terpancing. Kami berharap inilah yang kita tonjolkan, bahwa kita warga Ciamis cinta damai. Mari kita ciptakan Ciamis yang aman dan kondusif. Kita harus bangga menjadi warga Ciamis," kata Eko.
Ia juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan pertandingan Liga 2 di Stadion Galuh Ciamis tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi turut membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Karena itu, dukungan terhadap pertandingan sepak bola perlu diwujudkan melalui sikap tertib, saling menghormati, dan menjaga suasana tetap kondusif.
"Pertandingan sepak bola Liga 2 yang diadakan di Stadion Galuh Ciamis ini juga untuk mendukung masyarakat dan memajukan perekonomian. Ayo kita dukung, jangan dinodai dengan hal-hal yang tidak baik," ujarnya.
Kepolisian mengimbau seluruh suporter, baik pendukung tuan rumah maupun tim tamu, agar tidak mudah terpancing provokasi. Semua pihak diharapkan menghormati hukum, mengutamakan keselamatan, serta menjaga sportivitas demi mencegah terulangnya kericuhan suporter di Kabupaten Ciamis.
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Ciamis dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Polres Ciamis menyita 56 botol minuman keras dari sejumlah lokasi di wilayah Maleber dan Nagrak dalam patroli KRYD, Sabtu (17/10/2026) malam.
Kericuhan suporter PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang di Stadion Galuh, Sabtu (17/10/2026) malam, meluas hingga ke kawasan minimarket dan jalan di depan Universitas Galuh.