Jadwal Sholat Hari Ini di Kabupaten Ciamis, Senin 19 Oktober 2026
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Ciamis dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Disarankan:
Kericuhan suporter PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang di Stadion Galuh, Sabtu (17/10/2026) malam, meluas hingga ke kawasan minimarket dan jalan di depan Universitas Galuh.
CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Kericuhan suporter mewarnai pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam. Insiden yang awalnya terjadi di Tribun Selatan itu kemudian meluas hingga ke area luar stadion, termasuk kawasan minimarket dan jalan di depan Universitas Galuh.
Di tengah situasi yang memanas, sejumlah warga dan pengunjung ikut terdampak. Salah satunya Sinay Nova, seorang ibu yang mengaku terjebak di dalam minimarket bersama anaknya yang masih berusia tujuh tahun.
Keduanya harus bertahan sekitar 30 menit di tempat tersebut untuk menghindari keributan yang terjadi di sekitar stadion.
Sinay menceritakan pengalaman menegangkan itu melalui kolom komentar pada unggahan video kerusuhan di media sosial Instagram. Saat kejadian, ia bersama anaknya berada di kawasan depan Hayam ketika situasi mulai tidak terkendali.
Mereka berusaha mencari tempat aman hingga sempat bersembunyi di bawah meja untuk menghindari kerumunan dan keributan.
Tak lama kemudian, sejumlah anak muda dievakuasi ke dalam minimarket. Sinay dan anaknya turut berada di lokasi tersebut hingga situasi dinilai lebih aman.
Peristiwa itu meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi anaknya yang menyaksikan langsung suasana mencekam tersebut. Bahkan, pada Minggu (18/10/2026) pagi, Sinay melihat anaknya bangun tidur dalam keadaan bengong.
“Pagi ini anakku bangun masih bengong. Ada titik trauma melihat keributan yang terjadi semalam,” tulis Sinay dalam komentarnya.
Keributan Bermula di Tribun Selatan
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketegangan antarsuporter sudah terjadi ketika pertandingan masih berlangsung. Sekitar pukul 20.20 WIB, suporter PSIS Semarang terlihat berada di Tribun Selatan 2 bersama suporter tuan rumah.
Kedua kelompok suporter hanya dipisahkan oleh sejumlah steward. Saat situasi mulai memanas, polisi kemudian masuk ke area Tribun Selatan untuk mengamankan bentrokan.
Iwang Raditya, salah seorang penonton yang berada di tribun tersebut, menilai terbukanya sekat pemisah menjadi salah satu pemicu keributan.
“Panpel (panitia pelaksana) membiarkan itu. Lalu suporter PSIS masuk ke Tribun Selatan 2 yang mayoritas diisi oleh perempuan dan anak-anak,” kata Iwang.
Menurut dia, keributan terjadi pada babak kedua dan membuat sejumlah penonton berdesakan menuju pintu keluar stadion. Iwang yang datang bersama anaknya memilih segera meninggalkan lokasi demi mengutamakan keselamatan.
“Saya yang menonton dengan anak hanya berpikir keselamatan anak, langsung menuju pintu keluar, langsung pulang saja. Pengamanan di dalam hanya mengandalkan steward, intinya panpel tidak kompeten,” ujarnya.
Meski demikian, terdapat pula penonton lain yang menyampaikan pandangan berbeda. Mereka menyebut keributan bukan semata-mata dipicu oleh suporter yang menerobos sekat, tetapi juga berkaitan dengan pintu pemisah yang sebelumnya tertutup kemudian dibuka.
Sejumlah steward sempat berusaha melerai kedua kelompok. Aksi saling lempar botol dilaporkan berhenti setelah petugas berupaya meredam bentrokan di tribun.
Kericuhan Berlanjut Setelah Pertandingan
Ketegangan ternyata belum sepenuhnya berakhir ketika pertandingan usai dan penonton mulai meninggalkan Stadion Galuh.
Sejumlah saksi mata menyebut keributan di luar stadion diduga bermula dari aksi seseorang yang melempar petasan ke arah bus suporter PSIS Semarang. Saksi lainnya menyebut rombongan suporter PSIS diduga mengalami sweeping saat meninggalkan stadion.
Situasi kemudian memanas ketika sejumlah suporter PSIS mengejar orang yang diduga melempar petasan hingga ke dalam minimarket di sekitar stadion.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat seseorang melempar helm ke arah minimarket. Kondisi tersebut membuat warga dan pengunjung di sekitar lokasi berusaha mencari tempat berlindung.
Sekitar pukul 21.32 WIB, situasi mulai berangsur kondusif. Kapolres Ciamis bersama jajarannya kemudian mengatur arus kendaraan untuk membantu kepulangan rombongan suporter PSIS Semarang dari Stadion Galuh.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kericuhan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan kesaksian penonton. Berbagai dugaan mengenai pemicu bentrokan masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi pihak terkait dan hasil pemeriksaan aparat.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena keributan tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga meluas ke ruang publik dan berdampak terhadap warga yang tidak terlibat langsung, termasuk anak-anak.
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Ciamis dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Polres Ciamis menyita 56 botol minuman keras dari sejumlah lokasi di wilayah Maleber dan Nagrak dalam patroli KRYD, Sabtu (17/10/2026) malam.
Gesekan yang bermula dari kesalahpahaman antarkelompok penonton meluas ke Jalan Raya Baregbeg dekat Universitas Galuh, Kawali, hingga Panawangan.