TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - H. Wahid kembali dipercaya oleh DPP PKB untuk menduduki jabatan Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya periode 2026-2031. Keputusan tersebut ditetapkan melalui mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak serta rangkaian Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
H. Wahid yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya membenarkan kabar penetapan dirinya untuk memimpin partai berlogo bola dunia tersebut selama lima tahun ke depan.
"Alhamdulillah, iya betul. Di sini memang untuk prosesnya ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Walaupun mulai dari tahun 2021 muscab serentak itu posisinya langsung diumumkan berkaitan dengan pimpinan dewan tanfidz dan dewan syuro sudah tidak ada lagi pemilihan," ujar Wahid saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026) siang.
Ia menjelaskan, dalam penjaringan kali ini, DPW PKB Jawa Barat awalnya memunculkan empat nama bakal calon. Sementara dua nama lainnya muncul berdasarkan rekomendasi dari Ketua Dewan Syuro DPAC Kecamatan Indihiang.
"Setelah itu berarti ada enam nama sebagai calon ketua dewan tanfidz dan di situ ada proses lagi setelah muscab, yakni UKK dua kali. UKK pertama di DPW lebih kepada psikotes oleh pihak ketiga dari UIN Gunung Djati, kemudian UKK kedua oleh DPP dilaksanakan internal lebih kepada wawancara," ungkapnya.
Hasil UKK tersebut kemudian diumumkan secara nasional oleh DPP PKB pada Kamis malam, yang menetapkan struktur inti Dewan Tanfidz, meliputi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
"Dan selanjutnya nanti siapa ketua dewan syuro, dan susunan lain itu akan ditentukan oleh formatur. Dalam hal ini formaturnya Ketua DPC, DPW, dan DPP," kata Wahid.
Untuk posisi Sekretaris DPC, Wahid memastikan masih diisi oleh Heni Hendini. Perubahan terjadi pada posisi Bendahara yang kini dijabat oleh Ahmad Junaedi Sakan (Kang Jun), menggantikan Muqit Nuryadin.
Terkait legalitas kepengurusan, Wahid membeberkan bahwa masa bakti kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya periode 2021-2026 baru akan berakhir dalam waktu dekat.
"Nanti kepengurusan 2021-2026 akan berakhir, nanti muncul SK yang baru 2026-2031. Informasinya di bulan Juli oleh DPP sekaligus Harlah di Jakarta," bebernya.
Mengenai target politik ke depan, Wahid menegaskan bahwa PKB Kota Tasikmalaya sudah menancapkan gas sejak awal tahun, salah satunya melalui program coaching clinic pencalegan dini guna menjaring figur potensial.
"Dari DPW Jabar kita harus membuat strategi kemenangan di 2029 dan melakukan pencalegan dini dan mencari caleg potensial supaya bisa bersaing di 2029. Dan nanti Senin depan kita akan menggelar bimtek sekaligus coaching clinic kedua untuk memperbaiki kekurangan presentasi strategi 2029," tegasnya.
Langkah taktis ini diambil menyusul tren positif kenaikan perolehan kursi PKB di parlemen Kota Tasikmalaya pada pemilu legislatif sebelumnya.
"Dari jumlah kursi PKB di DPRD Kota Tasikmalaya naik dari 2 kursi menjadi 5 kursi. Dan kita dikasih target 8 kursi di 2029, mudah-mudahan bisa tercapai," pungkasnya.