Ikuti Kami :

Disarankan:

Kenalkan Budaya Batik Sejak Dini, Siswa SDIT Uswatun Hasanah Ikuti Uswah Explore di Nanuka Ecoprint

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:28 WIB
Kenalkan Budaya Batik Sejak Dini, Siswa SDIT Uswatun Hasanah Ikuti Uswah Explore di Nanuka Ecoprint
Kenalkan Budaya Batik Sejak Dini, Siswa SDIT Uswatun Hasanah Ikuti Uswah Explore di Nanuka Ecoprint.

Siswa SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar mengikuti program Uswah Explore di Nanuka Ecoprint untuk belajar praktik membatik dan melatih karakter, Jumat (23/10/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Ratusan siswa-siswi SDIT Uswatun Hasanah Kota Banjar mengikuti program edukasi kontekstual bertajuk Uswah Explore dengan belajar membatik secara langsung di Nanuka Ecoprint, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana pembelajaran luar kelas untuk mengenalkan teknik pembuatan batik tradisional sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya nusantara sejak usia dini.

Selama agenda berlangsung, para peserta didik diajak mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan kain batik secara runut, mulai dari proses mengecap kain menggunakan motif batik, mewarnai, menjemur, membilas, hingga tahap pelorotan malam (nglorot).

Owner Nanuka Ecoprint, Suci Damayanti, menyambut hangat kedatangan para siswa dan mengapresiasi antusiasme mereka dalam mempelajari seni kriya batik.

“Kegiatan ini bukan sekadar belajar membatik, tetapi juga menjadi salah satu upaya mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya batik Indonesia sejak dini,” ujar Suci, Jumat (23/10/2026).

Suci menambahkan, interaksi dan praktik langsung di lapangan diharapkan dapat menstimulasi kreativitas anak-anak, melatih keberanian bereksplorasi, serta memberikan pemahaman mengenai proses panjang di balik terciptanya sebuah karya kain batik.

Pembelajaran Kontekstual dan Penanaman Karakter Islami

Sementara itu, Kepala SDIT Uswatun Hasanah Banjar, Taufiq Fitri Isnendi, S.E., C.EQL., menjelaskan bahwa perancangan program Uswah Explore ini ditujukan agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning) melalui pengalaman empiris di luar lingkungan sekolah.

Menurut Taufiq, aktivitas membatik tidak hanya memperkenalkan khazanah budaya bangsa, tetapi juga disisipi materi pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak memiliki rasa bangga terhadap budaya Indonesia, mengembangkan kreativitas, ketekunan, kesabaran, serta mampu bekerja sama dan menghargai hasil karya orang lain,” kata Taufiq.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa momentum ini turut dimanfaatkan untuk menanamkan rasa syukur atas keberagaman budaya sebagai karunia Allah SWT, melatih etos kerja siswa agar sungguh-sungguh, menjaga kebersihan ruang kerja, serta menghargai setiap tetes keringat dan usaha orang lain.

Melalui sinergi pembelajaran praktik ini, program Uswah Explore membuktikan bahwa kegiatan edukasi luar sekolah mampu menjadi instrumen efektif dalam membina karakter unggul sekaligus melestarikan budaya bangsa.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin