CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Kebakaran melanda tempat usaha kuliner Jongko Sambal Ijo yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar Nomor 2, tepat di depan SMPN 4 Ciamis, Kabupaten Ciamis, pada Sabtu (24/10/2026) malam. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh kebocoran pada regulator gas saat seorang karyawan sedang memasang peralatan memasak tersebut.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menyampaikan bahwa laporan darurat kebakaran tersebut diterima oleh petugas UPTD Damkar Ciamis pada pukul 19.42 WIB. Menerima laporan itu, petugas langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Petugas berangkat pada pukul 19.43 WIB dan tiba di lokasi pukul 19.46 WIB. Waktu respons (response time) tercatat tiga menit sejak keberangkatan hingga tiba di tempat kejadian," ujar Budi.
Berdasarkan kronologi kejadian yang dihimpun, musibah tersebut bermula sekira pukul 19.40 WIB. Saat salah seorang karyawan memasang regulator gas, api tiba-tiba menyala dan membesar akibat adanya kebocoran pada komponen tersebut.
Pemilik jongko, Rinto Harahap, bersama sejumlah pembeli dan warga sekitar yang berada di lokasi langsung berinisiatif melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan ember serta peralatan seadanya guna mencegah api merambat lebih luas. Salah seorang pembeli kemudian berinisiatif menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.
Setelah menerima laporan warga, petugas Damkar langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam dengan kekuatan tujuh personel ke lokasi kejadian. Setibanya petugas di lokasi, api berkat kesigapan warga sudah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, petugas tetap melakukan penyisiran dan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kobaran susulan.
Selain melakukan penanganan pemadaman, petugas Damkar juga mendata kejadian serta menyosialisasikan nomor layanan darurat Damkar Kabupaten Ciamis dan nomor darurat 112 kepada masyarakat sekitar.
Akibat insiden tersebut, pemilik jongko diperkirakan mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp15 juta. Berdasarkan laporan resmi, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini.
Penanganan darurat di lokasi kejadian turut melibatkan unsur kepolisian, PMI, Cipta Karya, Tagana, serta partisipasi aktif dari para pedagang dan masyarakat sekitar.