Ikuti Kami :

Disarankan:

Kesaksian Pelanggan Wanita Kasus Bakso Cieunteung: Saya Dilecehkan, Jari Pedagang Masuk Lewat Celah Papan

Senin, 20 April 2026 | 16:34 WIB
Watermark
Kesaksian Pelanggan Wanita Kasus Bakso Cieunteung: Saya Dilecehkan, Jari Pedagang Masuk Lewat Celah Papan. Foto: Asep Juhariyono.

Teka-teki motif di balik keributan yang berujung dugaan penculikan pedagang bakso di Jalan Cieunteung mulai terkuak. E (23), pelanggan wanita yang terlibat dalam insiden tersebut, akhirnya memberikan keterangan resmi saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Senin (20/4/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Teka-teki motif di balik keributan yang berujung dugaan penculikan pedagang bakso di Jalan Cieunteung mulai terkuak. E (23), pelanggan wanita yang terlibat dalam insiden tersebut, akhirnya memberikan keterangan resmi saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Senin (20/4/2026).

E membantah narasi bahwa insiden tersebut hanya sekadar "senggolan tidak sengaja". Menurut warga Kecamatan Cipedes ini, dirinya justru menjadi korban pelecehan seksual saat sedang makan bakso bersama kekasihnya, A.

E menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat ia duduk di area paling belakang warung yang berbatasan dengan papan kayu. Menurutnya, terdapat celah atau lubang pada papan tersebut yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum pedagang bakso.

"Posisi duduk paling belakang dekat papan kayu, di sana ada lubang. Tiba-tiba ada tiga jari masuk dan menyentuh area sensitif (pantat) saya. Awalnya saya kira tidak sengaja, tapi saat saya lihat, jari tangannya semakin menjadi-jadi," ungkap E kepada awak media di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Merasa dilecehkan, E langsung melabrak pedagang tersebut. Namun, ia mendapatkan jawaban yang dianggap tidak masuk akal.

"Saya tanya kenapa melakukan itu, alasannya sedang mencari sandal sambil jongkok. Ditanya lagi alasan kedua, katanya kayunya lentur. Mana mungkin kayu bisa lentur," tambahnya dengan nada kesal.

Kecurigaan E semakin kuat saat ia mencoba mengonfirmasi sosok pelaku kepada keluarga pedagang tersebut. E menyebut pelaku saat kejadian mengenakan kacamata. Namun, saat ia kembali mendatangi warung setelah melapor ke kerabatnya, penampilan pedagang tersebut telah berubah.

"Pas saya nyamperin lagi, dia sudah ganti kostum pakai baju koko dan sarung, serta tidak pakai kacamata. Padahal sebelumnya pakai kacamata," jelasnya.

E mengaku sempat mencaci maki pelaku karena merasa dilecehkan sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Tak lama setelah kepulangan E dan kekasihnya, kelompok remaja kemudian mendatangi warung tersebut hingga terjadi penganiayaan dan penjemputan paksa terhadap pedagang bakso bernama Sutarno tersebut.

Saat ini, jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kedua belah pihak. Polisi tengah mendalami unsur dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan E, sekaligus menyelidiki aksi main hakim sendiri dan dugaan penculikan yang dilakukan oleh kelompok remaja terhadap pedagang bakso.

Kasus ini kini ditangani secara intensif untuk memastikan fakta hukum di balik rentetan peristiwa yang sempat menggegerkan warga Kota Tasikmalaya tersebut.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement