Ikuti Kami :

Disarankan:

Klarifikasi DLH Kota Tasikmalaya Terkait Dugaan Truk Sampah Serempet Pengendara Motor Anak hingga Meninggal

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:50 WIB
Watermark
Sekretaris DLH Kota Tasikmalaya Ukim Sumantri. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya memberikan klarifikasi terkait dugaan truk sampah milik DLH yang disebut menyerempet seorang pengendara motor anak hingga meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya memberikan klarifikasi terkait dugaan truk sampah milik DLH yang disebut menyerempet seorang pengendara motor anak hingga meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Sekretaris DLH Kota Tasikmalaya, Ukim Sumantri, mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sopir dan kernet truk sampah, peristiwa yang terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB tersebut merupakan kecelakaan tunggal.

"Setelah kejadian saya langsung memanggil sopir yang kebetulan melintas di lokasi saat peristiwa itu terjadi. Kejadiannya sekitar pukul empat sore," kata Ukim saat ditemui di Kantor DLH Kota Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026).

Menurut keterangan sopir, saat itu kendaraan truk sampah tengah melaju dari arah utara menuju Kompleks Bale Wiwitan setelah menyelesaikan aktivitas kerja. Dari arah berlawanan, muncul sepeda motor yang dikendarai seorang anak.

Ukim menjelaskan, berdasarkan pengakuan sopir, pengendara motor tersebut sudah dalam kondisi oleng sebelum berpapasan dengan truk sampah.

"Menurut keterangan sopir, sebelum berpapasan motor tersebut sudah oleng kemudian terjatuh. Karena motor jatuh, sopir berusaha mengambil posisi mepet ke kiri untuk menghindari. Jadi menurut keterangannya, tidak ada bagian kendaraan maupun pengendara yang mengenai bodi truk. Motor terjatuh terlebih dahulu, kemudian truk melintas," ujarnya.

Ia menduga munculnya informasi bahwa korban terserempet truk karena tidak adanya saksi mata yang melihat secara utuh kronologi kejadian saat kecelakaan berlangsung.

Pasca kejadian, pihak kepolisian telah mendatangi Kantor DLH Kota Tasikmalaya untuk meminta keterangan dari sopir yang mengemudikan truk sampah tersebut.

"Polisi sudah datang dan meminta keterangan dari pengemudi. Untuk hasil analisis maupun kesimpulan akhir, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Mungkin nanti juga akan ada hasil visum atau pemeriksaan lain yang menjadi dasar penyelidikan," jelasnya.

Ukim menegaskan hingga saat ini sopir truk sampah masih menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak dilakukan penahanan karena belum ditemukan adanya unsur yang bertentangan dengan hukum berdasarkan keterangan yang diberikan.

"Saat ini sopir masih beraktivitas seperti biasa. Tidak ada penahanan. Kami menyerahkan seluruh proses dan penentuan konstruksi kejadian kepada pihak kepolisian yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan secara profesional," katanya.

DLH Kota Tasikmalaya, lanjut Ukim, menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan mengikuti seluruh tahapan yang dilakukan aparat penegak hukum.

"Saya yakin pihak kepolisian akan bekerja secara profesional sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Kami dari dinas menyerahkan sepenuhnya kepada hasil penyelidikan yang dilakukan polisi," tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kecelakaan sebelum hasil penyelidikan resmi dari kepolisian diumumkan.

"Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak cepat menarik kesimpulan. Mari menunggu hasil penyelidikan agar informasi yang diterima benar-benar objektif dan berdasarkan fakta," pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement