BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Puluhan peserta dari berbagai event organizer (EO) mengikuti pelatihan profesional jasa penyelenggaraan event olahraga yang digelar Komunitas Otomotif Jawa Barat (KOJA) di Aula Gedung Sport Center, Kota Banjar.
Ketua KOJA, Deni Kusmayadi, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kota Banjar. Program tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama KOJA dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja event olahraga.
“Tujuannya agar para pekerja bisa lebih profesional dalam bertugas. Selain mendapat upah yang sesuai, mereka juga mampu menciptakan penyelenggaraan event yang maksimal,” ujar Deni, Minggu (7/12/2025).
Ia menambahkan, selama ini pelatihan dari pemerintah lebih banyak menyasar atlet dan wasit, sementara pekerja event kerap terabaikan. “Keberadaan mereka kurang dihargai karena memang tidak ada program yang bisa diajukan ke Kemenpora,” tuturnya.
Kepala Disporpar Kota Banjar, Kaswad, menilai bahwa pelatihan ini penting untuk mendorong tumbuhnya industri event olahraga di daerah. “Jika penyelenggaraan dilakukan secara profesional, kegiatan bisa berkesinambungan dan berkembang menjadi industri yang memajukan event itu sendiri,” jelasnya.
Kaswad juga menyebut, selama ini penyelenggaraan event di Banjar terkendala minimnya sarana promosi. “Harapannya, pelatihan ini mampu mendorong EO lebih aktif mempromosikan kegiatan sehingga menarik lebih banyak pengunjung untuk datang ke Banjar,” katanya.
Sementara itu, praktisi media Atay Rustandar menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung event olahraga. Menurutnya, media sosial kini menjadi sarana paling efektif untuk promosi sekaligus menambah pendapatan bagi para pekerja event.
“Selain promosi, konten di media sosial juga bisa memperkenalkan potensi Kota Banjar. Misalnya Banjar Patroman yang identik dengan otomotif, sehingga kota ini semakin dikenal masyarakat luas,” ungkap Atay.