Ikuti Kami :

Disarankan:

Kota Banjar Kerap Disalahpahami, Begini Fakta Sebenarnya!

Senin, 08 September 2025 | 17:59 WIB
Kota Banjar Kerap Disalahpahami, Begini Fakta Sebenarnya!
Kota Banjar Kerap Disalahpahami, Begini Fakta Sebenarnya!.

Di tengah keragaman geografis Indonesia, nama “Banjar” kerap muncul di berbagai daerah. Ada Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Banjarnegara di Jawa Tengah, Banjaran di Bandung, Banjar di Bali, hingga Banjarmasin. Namun, satu nama yang sering menjadi korban salah kaprah adalah Kota Banjar di Jawa Barat.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Di tengah keragaman geografis Indonesia, nama “Banjar” kerap muncul di berbagai daerah. Ada Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Banjarnegara di Jawa Tengah, Banjaran di Bandung, Banjar di Bali, hingga Banjarmasin. Namun, satu nama yang sering menjadi korban salah kaprah adalah Kota Banjar di Jawa Barat.

Dilansir dari beberapa sumber, tak jarang masyarakat mengira Kota Banjar adalah bagian dari Banjarmasin. Padahal, keduanya terpisah oleh lautan dan memiliki budaya yang berbeda. Kota Banjar, yang dikenal juga sebagai Banjar Patroman, merupakan kota kecil yang strategis di ujung timur Jawa Barat.

Dijuluki sebagai “Gerbang Jawa Barat”, Kota Banjar berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Letaknya menjadikan kota ini simpul penting dalam arus logistik dan mobilitas manusia di wilayah selatan Pulau Jawa.

Sementara itu, Banjarmasin adalah kota terbesar di Kalimantan Selatan yang dikenal dengan julukan “Kota Seribu Sungai”. Provinsi ini bahkan memiliki ibu kota bernama Banjarbaru, yang kerap memperkeruh kesalahpahaman soal nama “Banjar”.

 

Dekat Pangandaran? Tidak Tepat

Kesalahpahaman lain juga kerap muncul terkait lokasi Kota Banjar. Banyak yang mengira kota ini berada di tepi Pantai Pangandaran. Faktanya, jarak Kota Banjar ke Pantai Pangandaran sekitar 50 kilometer atau dapat ditempuh dalam 1–2 jam perjalanan darat.

Kemungkinan, anggapan tersebut muncul karena Kota Banjar dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Ciamis, sehingga sering disebut sebagai Banjar Ciamis atau Banjar Pangandaran.

 

Kota Muda dengan Konsep Agropolitan

Kota Banjar resmi berdiri sebagai daerah otonom pada tahun 2002 melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002. Dengan luas wilayah sekitar 113 km², Kota Banjar terdiri atas empat kecamatan, yakni Banjar, Purwaharja, Langensari, dan Pataruman.

Perekonomian kota ini bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Konsep pembangunan wilayah dirangkum dalam visi Agropolitan, yang memadukan potensi pertanian dengan pengembangan kota secara terpadu.

 

Bahasa Sunda atau Jawa? Tergantung Lokasi

Letaknya yang berbatasan dengan Jawa Tengah turut memengaruhi bahasa yang digunakan masyarakat. Di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Langensari, bahasa Jawa masih digunakan. Namun, di wilayah lainnya, bahasa Sunda lebih dominan.

Karenanya, jika berkunjung ke Kota Banjar, tidak ada salahnya menanyakan terlebih dahulu bahasa yang lebih nyaman digunakan warga dalam berkomunikasi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement