Ikuti Kami :

Disarankan:

Kronologi Truk Towing Terjun ke Jurang di Kota Banjar, Sopir Hilang Misterius di Sungai Citanduy

Rabu, 01 April 2026 | 10:54 WIB
Watermark
Kronologi Truk Towing Terjun ke Jurang di Kota Banjar, Sopir Hilang Misterius di Sungai Citanduy.

Tim SAR gabungan masih berjuang melawan derasnya arus Sungai Citanduy untuk mencari keberadaan Aris, sopir truk towing Mitsubishi Colt Diesel (B-9225-ON) yang hilang misterius setelah kendaraannya terjun ke jurang sedalam 13 meter di Jalan Raya Siliwangi, Kota Banjar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Tim SAR gabungan masih berjuang melawan derasnya arus Sungai Citanduy untuk mencari keberadaan Aris, sopir truk towing Mitsubishi Colt Diesel (B-9225-ON) yang hilang misterius setelah kendaraannya terjun ke jurang sedalam 13 meter di Jalan Raya Siliwangi, Kota Banjar.

Hingga Rabu (1/4/2026) pagi, titik terang mengenai keberadaan pria tersebut belum juga ditemukan. Petugas kini memfokuskan pencarian pada jalur air mengingat posisi jatuhnya kendaraan berada tepat di bibir sungai.

Peristiwa tragis ini terjadi pada dini hari sekira pukul 03.30 WIB. Truk yang melaju dari arah timur tersebut tiba-tiba oleng saat melintasi jalur menikung.

Dugaan sementara pihak kepolisian mengarah pada faktor kelelahan pengemudi. "Dugaan awal, pengemudi mengalami micro sleep. Kendaraan keluar jalur di tikungan, sempat menghantam sudut rumah warga milik Enceng Nurhyanto, lalu terperosok ke dasar jurang," jelas KBO Lantas Polres Banjar, Ipda Agus Parulian.

Di dalam truk tersebut, Aris tidak sendirian. Ia ditemani rekannya, Susandi, yang berhasil selamat dari maut. Sesaat setelah kejadian, warga sekitar sempat mendengar teriakan minta tolong dari dasar jurang.

Petugas yang datang ke lokasi berhasil mengevakuasi Susandi dalam kondisi luka ringan. Korban selamat segera dilarikan ke RSUD Kota Banjar untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sosok Aris yang sebelumnya berada di balik kemudi tidak ditemukan di sekitar bangkai kendaraan.

Penyisiran kini dipimpin oleh tim gabungan BPBD dan PMI Kota Banjar dengan mengerahkan perahu karet. Kanit Gakkum Satlantas Polres Banjar, Ipda Rifqi Faturachman, menyebutkan ada beberapa faktor yang menyulitkan proses evakuasi dan pencarian:

 * Debit Air: Arus Sungai Citanduy yang sangat deras memicu kekhawatiran korban telah terbawa jauh ke arah hilir.

 * Kedalaman Jurang: Tebing curam setinggi 13 meter membuat personel sulit menurunkan peralatan evakuasi ke titik nol jatuhnya truk.

 * Visibilitas: Kondisi gelap saat kejadian awal membuat respons pencarian tidak bisa maksimal sejak menit pertama.

"Kami terus berupaya memperluas area penyisiran ke arah hilir sungai. Petugas di lapangan tetap bersiaga memantau setiap tanda-tanda keberadaan korban," pungkas Ipda Rifqi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement