TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Upaya mengenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda dilakukan dengan cara kreatif dalam rangkaian Sawarga Tasikmalaya 2026. Puluhan anak usia pendidikan anak usia dini (PAUD) bersama ibu mereka mengikuti workshop dan lomba melukis Payung Geulis di Kampung Payung Geulis, Taman Kota Tasikmalaya, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tasikmalaya tersebut menghadirkan suasana penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias menuangkan kreativitas mereka dengan menghias payung menggunakan beragam warna dan motif.
Tidak hanya menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana edukasi budaya bagi anak-anak sejak usia dini. Melalui pengalaman langsung, peserta diajak mengenal Payung Geulis sebagai salah satu produk kerajinan khas yang menjadi identitas Kota Tasikmalaya.
Dengan didampingi ibu masing-masing, anak-anak menggunakan kuas dan cat untuk menciptakan lukisan di atas permukaan payung. Aktivitas tersebut memberikan ruang bagi mereka untuk bereksplorasi mengenal warna, bentuk, serta motif sesuai imajinasi.
Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, M.KM., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian kerajinan daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tasikmalaya kepada generasi penerus.
"Payung Geulis ini kerajinan khas Kota Tasikmalaya, sudah selayaknya kita lestarikan. Melalui lomba melukis Payung Geulis ini, diharapkan dapat mengenalkan budaya sejak dini," ungkapnya.
Payung Geulis Dikenalkan Lewat Aktivitas Kreatif
Pengenalan budaya sejak dini menjadi pesan utama dalam workshop dan lomba melukis tersebut. Payung Geulis tidak hanya diperkenalkan sebagai benda kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Kota Tasikmalaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Melalui kegiatan melukis, anak-anak dapat mengenal produk budaya lokal dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Mereka tidak sekadar melihat atau mendengar cerita tentang Payung Geulis, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses menghiasnya.
Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. Ibu berkesempatan mendampingi sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan ide dan imajinasinya.
Interaksi selama proses berkarya menciptakan pengalaman kebersamaan yang bernilai bagi keluarga. Anak-anak belajar bereksplorasi, sementara orang tua turut berperan dalam mengenalkan kekayaan budaya daerah.
Workshop dan lomba melukis Payung Geulis menjadi salah satu agenda Kampung Payung Geulis dalam rangkaian Sawarga Tasikmalaya 2026. Kegiatan tersebut mengangkat beragam karya, rasa, dan pesona yang dimiliki Kota Tasikmalaya.
Melalui pendekatan kreatif dan edukatif, Dekranasda Kota Tasikmalaya turut mendorong tumbuhnya kecintaan terhadap kerajinan lokal sejak usia dini. Harapannya, generasi muda tidak hanya mengenal Payung Geulis sebagai produk khas daerah, tetapi juga memiliki kepedulian untuk melestarikannya.
Dengan demikian, Sawarga Tasikmalaya 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan potensi daerah, tetapi juga sarana menanamkan kebanggaan terhadap budaya lokal kepada generasi penerus.