TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pembangunan rumah layak huni untuk Nana Kustaman (74), kakek lansia yang sebelumnya viral karena tinggal di gubuk memprihatinkan bersama cucunya yang berkebutuhan khusus, resmi dimulai pada Senin (2/11/2026).
Pantauan langsung di lokasi yang berlamat di Kampung Sindanghayu, RT 003 RW 005, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, menunjukkan sejumlah material bangunan sudah bertumpuk di lokasi proyek. Beberapa pekerja bangunan juga tampak mengawali pengerjaan fisik fondasi rumah.
Ketua RT 003, Endah Jubaedah, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik pembangunan rumah Kakek Nana mulai digulirkan pada Senin ini. Seluruh pembiayaan pembangunan ditanggung sepenuhnya oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dengan sokongan material dari pihak swasta.
"Sudah hari ini mulai. Biayanya untuk sementara dari pak KDM, dibantu ada bahan-bahannya sebagian dari swasta," kata Endah, Senin (2/11/2026).
Selama proses pembangunan berlangsung, Endah menjelaskan bahwa Kakek Nana diungsikan sementara ke tempat hunian sewa (kontrakan) yang lokasinya tak jauh dari kediaman sanak keluarganya.
"Bapak Nana sekarang tinggal dikontrakan, dibayar sama pak KDM juga," ucapnya.
Endah juga menuturkan bahwa Dedi Mulyadi turut menyerahkan secara langsung bantuan uang tunai senilai Rp25 juta untuk modal usaha Kakek Nana.
"Pak kdm juga memberikan uang Rp 25 juta. Terus buat bangunannya full dari KDM, upah pekerja juga sama," jelasnya.
Kondisi Cucu Membaik dan Wacana Pengadaan Lahan oleh Pemkot Tasikmalaya
Terkait perkembangan kondisi kesehatan cucu Kakek Nana yang berkebutuhan khusus, Endah menyampaikan bahwa kondisinya telah jauh lebih tenang setelah mendapat penanganan medis intensif di rumah sakit.
"Alhamdulilah kalau cucunya udah tenang gak kaya kemarin ngamuk-ngamuk, besok atau lusa saya akan nengok ngasih makanan, jadi harus sering ditengok, meskipun lihatnya dari cctv. Itu masih di RS Islam," ucapbya.
Mengenai keterlibatan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dalam penanganan hunian Kakek Nana, Endah mengungkapkan bahwa pihak pemkot sempat menyarankan pengadaan opsi pembelian tanah agar menjadi aset hak milik pribadi.
"Tadi juga datang dari pemkot tadinya itu harusnya itu kata orang pemkot itu tanahnya itu harus mending yang beli, biar jadi hak milik. Ada yang di belakang ada di belakang, yang punya tanahnya itu mau jual Rp 150 juta," ungkapnya.
Sementara itu, Kakek Nana tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas dimulainya peletakan batu pertama rumah tinggalnya. Bagi Nana, bantuan dari pihak manapun, baik Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun pihak swasta, sangat ia apresiasi, asalkan dirinya bisa menempati hunian yang aman dan layak.
"Alhamdulilah senang pisan, pembangunan sudah dimulai. Yang jelas siapapun yang mau bangunkan rumah, tidak masalah mau siapapun itu, yang penting mah saya tidur dengan nyaman," pungkas Nana.