CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Warga Dusun Tegalsari, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dikejutkan dengan penemuan seekor ular King Kobra sepanjang sekitar tiga meter di dalam kamar tidur sebuah rumah warga, Selasa (6/1/2026).
Keberadaan ular sepanjang kurang lebih tiga meter itu langsung ditangani oleh petugas Pos WMK Banjarsari yang bergerak cepat melakukan evakuasi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di rumah milik Nasikin (73), seorang petani setempat. Ular dengan nama latin Ophiophagus hannah itu diketahui bersembunyi tepat di bawah tempat tidur korban, lokasi yang sangat berisiko bagi keselamatan penghuni rumah.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis Budi Rahmat mengungkapkan, keberadaan ular tersebut pertama kali diketahui pak Nasikin secara tidak sengaja.
Saat itu, ia hendak mengambil peci yang terjatuh ke bawah tempat tidur. Namun, niat tersebut langsung terhenti setelah mendengar suara mendesis yang berasal dari arah peci.
“Saat pak Nasikin hendak mengambil peci yang jatuh ke bawah tempat tidur mendengar suara desisan. Setelah dilihat, ternyata seekor ular King Kobra berukuran sangat besar berada di sana,” ungkap Budi Rabu (7/1/2026).
Merasa terancam dan khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, Nasikin segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos WMK Banjarsari. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh petugas piket.
Tim evakuasi yang terdiri dari Bintang, Nurholis, dan dengan dukungan petugas siaga Nana segera menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan operasional Pancar bernopol Z 8163 T.
Dengan peralatan dan prosedur standar keselamatan, petugas melakukan penanganan secara hati-hati mengingat ular tersebut memiliki bisa yang mematikan.
Proses evakuasi berlangsung kurang lebih 40 menit. Petugas memastikan ular dapat diamankan tanpa melukai warga maupun anggota tim.
“Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat posisi ular berada di dalam kamar tidur dan ukurannya cukup besar,” ujar Budi.
Sekira pukul 09.40 WIB, ular King Kobra tersebut berhasil dievakuasi dengan aman dan selamat. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Setelah proses evakuasi selesai, petugas kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada, terutama di wilayah yang berdekatan dengan area persawahan atau habitat alami satwa liar. Warga diimbau segera melapor kepada petugas berwenang apabila menemukan hewan berbahaya di lingkungan sekitar.