Ikuti Kami :

Disarankan:

Respons Keluhan Warga, DLH Kota Tasikmalaya Tutup Pipa Outlet IPAL TPA Ciangir, Pendataan Kerugian Kolam Ikan Masih Berjalan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:11 WIB
Respons Keluhan Warga, DLH Kota Tasikmalaya Tutup Pipa Outlet IPAL TPA Ciangir, Pendataan Kerugian Kolam Ikan Masih Berjalan
Respons Keluhan Warga, DLH Kota Tasikmalaya Tutup Pipa Outlet IPAL TPA Ciangir, Pendataan Kerugian Kolam Ikan Masih Berjalan.

Merespons laporan pencemaran lingkungan yang mengakibatkan kematian massal ikan di 132 kolam milik warga Kecamatan Tamansari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mengambil langkah darurat dengan menutup pipa outlet IPAL TPA Ciangir, Senin (22/6/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya merespons cepat laporan pencemaran air yang merusak ratusan kolam ikan warga di Kecamatan Tamansari. Langkah darurat segera diambil di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir untuk menghentikan potensi aliran limbah lindi masuk ke sungai.

Sekretaris DLH Kota Tasikmalaya, Ukim Sumantri, mengonfirmasi bahwa Kepala UPTD PPA TPA Ciangir telah bertemu langsung dengan perwakilan warga yang menuntut ganti rugi atas kematian massal komoditas ikan mereka.

"Kepala TPA sudah bertemu dengan perwakilan warga yang menuntut adanya ganti rugi. Adapun jumlah kolam dan nilai kerugian total saat ini masih diinventarisir oleh Ketua RW setempat," ujar Ukim kepada awak media, Senin (22/6/2026) sore.

Sementara itu, untuk penanganan teknis di TPA Ciangir, DLH mengambil tindakan tegas dengan menutup pipa outlet dari instalasi IPAL.

"Pipa outlet dari IPAL sudah ditutup. Sementara waktu, air lindi dari TPA disirkulasi kembali di dalam kawasan internal TPA," pungkas Ukim.

Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, kembali dihadapkan pada persoalan lingkungan klasik yang terus berulang selama bertahun-tahun. Puluhan kolam budidaya ikan milik warga mendadak berubah warna menjadi hitam pekat disertai bau menyengat, yang berujung pada kematian ikan secara massal.

Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah titik yang berada di sepanjang aliran sungai yang selama ini digunakan warga sebagai sumber pasokan air kolam. Selain kolam budidaya, warga mengeluhkan kondisi air sungai dan sumur bor yang ikut tercemar, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) sehari-hari.

Masyarakat menduga kuat pencemaran tersebut berasal dari kebocoran limbah cair atau air lindi yang mengalir bebas ke sungai dari kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Ciangir.

Ketua RW 07 Kampung Sinargalih, Kelurahan Tamansari, Agus Suhendar, mengungkapkan sedikitnya ada 132 kolam ikan milik warga yang terdampak langsung oleh insiden ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 98 kolam berada di wilayah RW 07 Kampung Sinargalih dan 34 kolam lainnya berada di wilayah perbatasan Kelurahan Mulyasari.

“Hingga saat ini sudah ada beberapa warga yang melapor resmi kepada kami. Keluhannya sama, yakni ikan di kolam mati secara tiba-tiba setelah air berubah menjadi hitam dan berbau,” ujar Agus, Senin (22/6/2026).

Menurut Agus, fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Warga mengaku telah mengalami kejadian serupa berulang kali sejak tahun 2011 silam, terutama setiap memasuki musim kemarau. Bangkai ikan pun baru terlihat setelah mengapung ke permukaan kolam beberapa waktu kemudian, sehingga jumlah kerugian materiil hingga kini masih terus didata oleh pihak pengurus lingkungan.

Salah seorang pembudidaya ikan terdampak, Anas (62), mengaku harus merelakan sebagian besar komoditasnya mati, mulai dari gurame, nila, hingga ikan mas. Hal senada disampaikan Umar (50), yang kehilangan puluhan kilogram benih ikan karena kondisi air yang berubah hitam pekat dalam waktu semalam. Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret pemerintah untuk uji laboratorium kualitas air serta penyelesaian ganti rugi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement