TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Seorang anak perempuan berusia 14 tahun asal Kota Cimahi, berinisial YP, sempat telantar dan linglung di sekitar Terminal Tipe A Indihiang, Kota Tasikmalaya, setelah salah menumpang truk. Beruntung, kesigapan jajaran Polres Tasikmalaya Kota berhasil menyelamatkan pelajar tersebut dan memulangkannya ke daerah asal, Jumat (12/6/2026) malam.
Peristiwa ini bermula ketika korban nekat kabur dari rumahnya di kawasan Leuwigajah, Cimahi Selatan, dengan maksud pergi ke rumah saudaranya di Jakarta. Korban kemudian memutuskan untuk mencegat dan menumpang sebuah truk colt diesel di jalan. Namun tanpa disadarinya, truk tersebut justru melaju ke arah priangan timur dan menuju Kota Tasikmalaya.
Setibanya di dekat Terminal Indihiang, korban diturunkan dan langsung merasa linglung karena tidak mengetahui arah jalan pulang. Warga sekitar yang melihat kondisi anak tersebut kemudian berinisiatif mengantarkannya ke Mapolres Tasikmalaya Kota.
Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Jonih Jonansa, membenarkan adanya insiden anak telantar tersebut. Setibanya di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), petugas langsung memberikan penanganan awal.
"Korban diterima oleh anggota piket SPKT sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi bingung. Kami langsung mengambil langkah cepat untuk melacak keberadaan keluarga maupun saudara korban, sekaligus berkoordinasi secara intensif dengan UPTD PPA dan Dinas Sosial Kota Cimahi," ujar Ipda Jonih Jonansa, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Langkah koordinasi lintas daerah tersebut membuahkan hasil cepat. Sekira pukul 22.00 WIB, perwakilan dari Dinas Sosial Kota Cimahi yang diwakili Yanti Kusmiati bersama petugas UPTD PPA Kota Cimahi, Intan Mustika Mukarom, tiba di Mapolres Tasikmalaya Kota untuk menjemput korban.
Proses serah terima anak yang kabur dari rumah tersebut langsung dilakukan oleh Ipda Jonih Jonansa kepada pihak Pemkot Cimahi untuk selanjutnya diantarkan kembali ke pelukan orang tuanya. Sebelum dilepas, petugas kepolisian juga memberikan wejangan dan nasihat humanis kepada korban agar tidak mengulangi tindakan nekatnya yang dapat membahayakan diri sendiri.
"Alhamdulillah, proses penyerahan berjalan dengan lancar dan aman. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik serta perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan pertolongan darurat," pungkas Ipda Jonih.