BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Di tengah meriahnya karnaval peringatan HUT ke-80 RI di Dusun Rancabulus, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, sebuah penampilan unik berhasil mencuri perhatian. Bukan tarian tradisional atau arak-arakan kostum meriah, melainkan aksi parodi perbaikan jalan rusak yang direkam warga dalam video berdurasi 53 detik.
Dalam rekaman itu, peserta karnaval tampil layaknya pekerja proyek. Mereka mengenakan helm kuning, rompi oranye, dan membawa peralatan layaknya tukang ukur jalan. Bahkan, sebuah replika alat berat tandom roller ikut diarak, seolah benar-benar tengah mengaspal jalan yang dipenuhi lubang dan genangan air.
“Disetum-disetum. Jalan rusak!” terdengar teriakan warga, menambah nuansa satir dalam pagelaran tersebut.
Aksi tersebut sontak viral dan ramai diperbincangkan. Di balik tawa penonton, terselip pesan serius tentang kondisi infrastruktur yang dikeluhkan warga.
Kepala Desa Rejasari, Ahmad Afrizal Rizki, menegaskan bahwa parodi itu bukan sekadar hiburan semata, melainkan suara hati masyarakat.
“Ini bukan sekadar hiburan. Ini suara warga yang lelah menunggu perbaikan,” ujar Afrizal, Minggu (31/8/2025).
Menurutnya, lokasi parodi dilakukan di Jalan Bantardawa, ruas sepanjang 1,1 kilometer yang menjadi akses vital tiga dusun menuju pusat kota. Jalan tersebut, kata Afrizal, telah lama rusak parah dan membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.
Kritik warga itu akhirnya sampai juga ke telinga pemerintah. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kota Banjar, Harun Al Rasyid, mengakui pihaknya menghadapi keterbatasan anggaran untuk perbaikan. Meski begitu, ia memastikan Jalan Bantardawa masuk dalam usulan prioritas.
"Kami akan prioritaskan pemeliharaan, meski dengan anggaran yang sangat terbatas,” jelas Harun.
Kreativitas warga Rancabulus menghadirkan kritik dalam balutan seni karnaval pun kini menjadi sorotan. Di balik gelak tawa dan tepuk tangan, terselip harapan sederhana: jalan yang layak dilintasi dan perhatian nyata dari pemerintah.