Ikuti Kami :

Disarankan:

Pedagang Bendera Musiman Mulai Menjamur di Tasikmalaya, Peminat Masih Lesu Akibat Penjualan Online

Jumat, 01 Agustus 2025 | 16:18 WIB
Watermark
Pedagang Bendera Musiman Mulai Menjamur di Tasikmalaya, Peminat Masih Lesu Akibat Penjualan Online. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera dan umbul-umbul mulai menjamur di Kota Tasikmalaya. Pemandangan tersebut tampak di sepanjang Jalan HZ Mustofa, yang kerap dijuluki sebagai “Malioboro”-nya Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera dan umbul-umbul mulai menjamur di Kota Tasikmalaya. Pemandangan tersebut tampak di sepanjang Jalan HZ Mustofa, yang kerap dijuluki sebagai “Malioboro”-nya Tasikmalaya.

Deretan pedagang tampak memadati sisi jalan utama kota, memajang berbagai jenis bendera merah putih, umbul-umbul, serta pernak-pernik bertema kemerdekaan. Meski begitu, geliat perdagangan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Rian (25), salah seorang pedagang musiman di kawasan tersebut, mengaku bahwa penjualan masih sepi, bahkan kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

"Lesu kang, udah hampir 3 tahun gini penjualan," kata Rian, Jumat (1/8/2025) siang.

Meski pembeli tetap ada setiap harinya, Rian mengungkapkan bahwa jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

"Yang beli ada, cuma ya gitu gak banyak, dan gak sebagus tahun-tahun dulu. Mungkin gak tau karena ekonomi belum stabil, gak tau semakin banyak yang berjualannya," ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa tren belanja masyarakat yang beralih ke platform daring turut memengaruhi penjualan secara langsung.

"Jualan online berpengaruh juga, karena sekarang banyak warga beli ke online, mungkin lebih murah," tuturnya.

Rian menjelaskan, bendera dan umbul-umbul yang dijualnya merupakan hasil produksi sendiri, dengan bantuan dari saudara. Ia menawarkan berbagai ukuran dan jenis produk dengan harga yang bervariasi tergantung bahan dan ukurannya.

"Bendera merah putih mulai dari Rp 20 ribu, jadi setiap ukuran harganya beda, baik itu umbu-umbulnya maupun pernak-pernik lainnya," terang dia.

Rian tidak sendiri. Ia berjualan bersama sang ayah, Hery (55), yang sehari-hari menjajakan kacamata dan aksesori di lokasi yang sama.

"Biasanya kebanyakan beli bendera merah putih. Mudah-mudahan makin ramai yang beli, terlebih ini kan sudah masuk Agustus," harap Rian.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement