Ikuti Kami :

Disarankan:

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Purwajaya Ditargetkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 30 November 2025 | 09:55 WIB
Watermark
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Purwajaya Ditargetkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Dusun Panineungan, Desa Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, resmi dimulai. Pada Minggu (30/11/2025), sebuah ekskavator mulai bekerja meratakan sisa bangunan pasar lama sebagai tahap awal pembangunan koperasi yang digadang-gadang menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat desa.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Dusun Panineungan, Desa Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, resmi dimulai. Pada Minggu (30/11/2025), sebuah ekskavator mulai bekerja meratakan sisa bangunan pasar lama sebagai tahap awal pembangunan koperasi yang digadang-gadang menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat desa.

Program ini sejalan dengan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembangunan koperasi. Langkah tersebut mendapat respons positif dari para pedagang yang sebelumnya berjualan di area pasar lama.

Solihin, pedagang siomay dan batagor yang sudah tiga tahun berjualan di lokasi itu, mengaku mendukung penuh proyek tersebut meski untuk sementara waktu harus berjualan keliling.

“Saya sangat setuju dan mendukung. Harapan saya setelah koperasi berdiri, saya diberi tempat lagi untuk melanjutkan usaha. Sementara ini saya keliling dulu, kami diberi waktu penyesuaian selama 90 hari,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Qowangid, pedagang sayur, yang meyakini bahwa keberadaan koperasi akan meningkatkan perekonomian warga Purwajaya.

“Saya mendukung. Semoga lebih maju kalau koperasi sudah berdiri, saya ingin ikut bergabung atau menjadi pemasok sayuran,” tuturnya.

Kepala Desa Purwajaya, Sanen Nurdin, menjelaskan bahwa rencana pembangunan koperasi berawal dari survei tim Kodam III/Siliwangi. Setelahnya, pemerintah desa menggelar musyawarah bersama seluruh lembaga desa dan pedagang terdampak untuk memastikan seluruh pihak memahami dan menyetujui rencana tersebut.

“Semua pihak menyetujui rencana pembangunan. Kami membuat berita acara sesuai hasil musyawarah, dan pedagang diberi waktu dua minggu sebelum pelaksanaan pembongkaran,” jelasnya.

Sanen menegaskan bahwa sebanyak 10 kios akan dibangun dalam proyek ini dan prioritas utama diberikan kepada para pedagang yang terdampak pembangunan. Ia memastikan penataan baru nantinya akan memberikan tempat usaha yang lebih tertib, layak, dan mendukung keberlanjutan usaha warga.

“Kami komitmen memprioritaskan pedagang terdampak. Mereka akan ditempatkan dengan spesifikasi bangunan yang sama dan dipermudah pengurusannya,” tegasnya.

Proyek pembangunan ini berdiri di atas lahan desa seluas lebih dari 2.800 meter persegi. Sekitar 600 meter persegi dialokasikan khusus untuk bangunan koperasi, sementara area lainnya tetap dapat dimanfaatkan sebagai ruang usaha bagi pedagang lain. Pembangunan dilakukan melalui kemitraan dengan Kodam III/Siliwangi dan ditargetkan rampung dalam 90 hari berdasarkan hasil survei serta perencanaan konsultan.

Sanen menambahkan bahwa koperasi nantinya akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, menyediakan kebutuhan pokok seperti sembako, retail, apotek, hingga layanan usaha lainnya. Seluruh produk rencananya akan disuplai langsung dari pusat dengan dukungan tenaga pengelola K3.

“Jika koperasi berjalan, kami juga akan menjalin kerja sama langsung dengan pihak pusat. Ini bukan hanya membangun fasilitas, tapi juga membangun jejaring distribusi untuk kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini menjadi simbol transformasi ekonomi lokal melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan TNI. Para pedagang berharap keberadaan koperasi dapat menghidupkan kembali kawasan Pasar Panineungan serta menyediakan ruang usaha yang lebih layak dan berkelanjutan bagi warga.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement