Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemkot Banjar Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional, Dorong Ekonomi Lokal Bangkit

Senin, 21 Juli 2025 | 18:58 WIB
Pemkot Banjar Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional, Dorong Ekonomi Lokal Bangkit
Pemkot Banjar Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional, Dorong Ekonomi Lokal Bangkit. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin

Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, mengambil langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat dengan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) berbelanja di pasar tradisional.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, mengambil langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat dengan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) berbelanja di pasar tradisional. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 500.2/2883/DKUKMP/2025 yang resmi diterbitkan pada Juli 2025.

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Belanja di Pasar Rakyat, yang bertujuan mengangkat daya beli masyarakat serta menggerakkan roda ekonomi lokal yang saat ini sedang melambat.

Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Sri Sobariah, menyampaikan bahwa kebijakan ini bukan sekadar imbauan, tetapi bersifat wajib bagi ASN. "Ini bentuk kontribusi nyata ASN untuk mendukung pasar rakyat. Sekarang sudah masuk tahap pelaksanaan," ujarnya, Senin (21/7/2025).

Dalam SE tersebut dijelaskan, setiap ASN wajib berbelanja kebutuhan pokok di pasar rakyat minimal satu kali dalam sepekan. Jumlah belanja tidak ditentukan, namun disesuaikan dengan kemampuan masing-masing ASN.

Sebagai bentuk transparansi, ASN juga diminta untuk mengunggah bukti transaksi – baik berupa foto atau screenshot belanja digital – melalui media sosial pribadi atau kanal resmi perangkat daerah. Pemkot Banjar juga mendorong penggunaan QRIS sebagai bagian dari digitalisasi transaksi pasar.

"Setiap kepala perangkat daerah wajib memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ini di unit kerjanya masing-masing," tegas Sri.

Tak hanya berbelanja langsung, ASN juga bisa berpartisipasi melalui platform Pasar Cerdas Kota Banjar yang memungkinkan transaksi online di pasar tradisional. Fasilitas ini menjadi bagian dari adaptasi Kota Banjar terhadap perkembangan teknologi dalam upaya mempertahankan eksistensi pasar rakyat di era digital.

Pedagang Sambut Positif, Omzet Turun 50 Persen

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Banjar, Aa Sukmana, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai, keterlibatan ASN sangat penting untuk memulihkan kondisi pasar yang kini tengah lesu akibat menurunnya daya beli masyarakat.

“Omzet pedagang saat ini turun hingga 50 persen. Kami sudah lama mengusulkan kebijakan ini. Semoga dengan adanya SE tersebut, kondisi pasar bisa kembali menggeliat,” tuturnya.

Dengan melibatkan ASN dalam gerakan belanja di pasar tradisional, Pemkot Banjar menaruh harapan besar untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi di tengah tantangan zaman. Kolaborasi antara birokrasi, pedagang, dan teknologi menjadi fondasi utama untuk membangun kota yang mandiri, kuat, dan sejahtera.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement